Teori Sosiologi Sastra Terry Eagleton dan Aplikasinya pada Penelitian Novel Arab
DOI:
https://doi.org/10.37108/diwan.v9i2.144Keywords:
Sastra, Politik, Sosiologi Sastra, Terry Eagleton, Gamal Al-GhitaniAbstract
Dalam penelitian sastra Arab, selain dari kritik melalui unsur
intrinsik, teks dapat juga diteliti berdasarkan ekstrinsiknya. Salah satunya
teori sosiologi sastra, menyoroti konteks keberadaan teks atau diistilahkan
al-bi’ah. Diperkuat oleh gagasan Hanna al-Fakhuri, terdapat beberapa
lingkungan yang mempengaruhi sastrawan, meliputi al-bi’ah al-ijtima‘iyyah
(latar sosial), al-bi’ah al-mu‘ashiyah (latar kehidupan), al-bi’ah al-siyasah
(latar politik), dan al-bi’ah al-thaqafiyyah (latar kebudayaan). Meskipun
demikian, berbeda dengan pendapat Ibrahim Chinade Sanusi (2012),
pendukung teori struktural murni, menurutnya teks sastra merupakan
produk bahasa dan tidak ada kaitannya dengan penulis, keadaan sosial
maupun pembaca. Dengan bantuan linguistik, khususnya pada teori
struktural, dianggapnya cukup untuk memahami konteks sosial teks.













