PERSEPSI MAKNA PROFESI PUSTAKAWAN DI KALANGAN MAHASISWA BEDA ETNIS

Studi Kasus pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan

Authors

  • Muhammad Rasyid Ridlo Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara
  • Ida Mariani Pasaribu Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan
  • Shinta Nofita Sari Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan
  • Hilda Syaf'aini Harefa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan
  • Fari’ah Izmi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan
  • Yoandini Saputri Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.37108/shaut.v12i2.357

Keywords:

profesi, pustakawan, etnis

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna profesi pustakawan di kalangan mahasiswa beda etnis pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini melibatkan 5 (lima) mahasiswa yang berbeda etnis yaitu etnis Batak, etnis Melayu, etnis Jawa, etnis Tionghoa dan etnis Aceh sebagai informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna profesi pustakawan menurut etnis Batak, etnis Melayu, etnis Jawa, dan etnis Aceh adalah suatu profesi yang identik dengan orang yang bekerja di perpustakaan dan memberikan jasa pelayanan kepada pengguna perpustakaan. Sedangkan makna profesi pustakawan menurut etnis Tionghoa adalah suatu profesi yang berhubungan dengan jasa pelayanan, menguasai informasi dan teknologi (IT) dan bidang kerja yang inovatif.

References

Amirul, Hadi dan Haryono. (2007). Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.

Anggaran Dasar Ikatan Pustakawan Indonesia Periode 2012-2015

http://ipi.perpusnas.go.id/AD-IPI-2015_BS.pdf (diakses 25 Februari 2018).

Arikunto, Suharsimi. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Aziz, Afrizal. (2006). Perputakaan Sebagai Tenaga Professional Di Bidang Perpustakaan, Informasi Dan Dokumentasi. JKDMM: Jurnal Kepustakawanan Dan Masyarakat Membaca. Vol. 22, No. 1, Januari-Juni 2006, 39-50.

Badan Pusat Statistik, Kota Medan dalam Angka 2017.

http://medankota.bps.go.id/publication/2017/08/16/71ac9068bbb0b5dfcf4fd2f3/kota-medan-dalam-angka-2017.pdf (diakses 05 April 2018).

Badan Standarisasi Nasional, Standar Nasional Indonesia 7495:2009 Tentang Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota.

http://sni.bsn.go.id/product/detail/10213.pdf (diakses 25 Februari 2018).

Bell, Danien. (1973). The Coming Of Post- Industrial Society: A Venture In Social Forecasting. New York: Basic Books.

Chowdhury, G.G, et.al. (2008). Librarianship: An Introduction. London: Facet Publishing.

Cogan, Jhon J. and Ray Dericott. (1998). Citizenship Education For 21th Century: Setting The Contexs. London: Kogan Page.

Creswell, John W. (2014). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif Dan Campuran. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.

Devito, Joseph A. (1992). The Interpersonal Communication Book. Jurnal Iqra’. Vol. 07, No. 02. 2013, 23-24.

Fitriani, Dian Novita. (2014). Penjiwaan Profesionalisme Pustakawan: Studi Fenomenologi Tentang Konstruksi Sosial Pustakawan Di Perpustakaan Umum Kota Surabaya Terhadap Profesi Pustakawan. Skripsi. Universitas Airlangga.

Gani, Fuad. (2010). Representasi Citra Dan Pustakawan : Ikon, Simbol Dan Indeks. http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/479/jbptunikompp-gdl-fuadganide-23939-1-simbol.pdf. (diakses 25 Februari 2018).

Heriyanto, et.al. (2013). Makna Dan Penghayatan Profesi Pustakawan: Studi Fenomenologi Terhadap Para Pustakawan Pada Perpustakaan Perguruan Tinggi. Jurnal Kajian Informasi Dan Perpustakaan. Vol. 1, No. 2, Desember, 147 – 156.

Hermawan, Rachman dan Zulfikar Zen. (2006). Etika Kepustakawanan: Suatu Pendekatan Terhadap Kode Etik Pustakawan Indonesia. Jakarta: Sagung Seto.

Indrianingtyas, Deasy. (2002). Persepsi Mahasiswa Tentang Profesi Pustakawan: Studi Deskriptif Pada Mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya. Skripsi. Universitas Airlangga.

Islamy, M. Ali Nur. (2015). Peran Pustakawan sebagai Pekerja Profesional, sebagai Anggota Profesi dan sebagai Makhluk Sosial. http://digilib.isi-ska.ac.id/2015/12/Pustakawan-sebagai-Makhluk-sosial.pdf. (diakses 28Februari 2018).

Jarvis, Peter. (1983). Professional Educational. London: Croom Helm.

Lasa, HS. (2009). Kamus Kepustakawanan Indonesia. Yogyakarta: Gama Media.

Makarim, Lutfiah. (2006). Pustakawan Idaman Pemakainya: Sebuah Studi Di Perpustakaan Nasional RI. Jurnal Media Pustakawan: Media Komunikasi Antar Pustakawan. Vol. 13, No. 3&4, September-Desember, 11-18.

Miles, Mattew B, A. Michael Huberman, dan J. Saldana. (2014). Qualitative Data Analysis, a Methods Sourcebook. Ed. 3. USA: Sage Publication.

Murphy, M. (1991). Preface In Special Libraries Association: Future Competencies Of The Information Professional. Washington DC: SLA.

http://www.sla.org/content/SLA/professional/meaning/competency.cfm.(diakses 28 Februari 2018).

Poerwadarminta. (2006). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Purwono. (2013). Profesi Pustakawan Menghadapi Tantangan Perubahan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Putri, Gana Royana. (2013). Analisis Teori Strukturasi Pada Proses Pembentukan Pandangan, Pemahaman, Dan Minat Terhadap Profesi Pustakawan: Studi Etnomenologi Tentang Profesi Pustakawan Di Kalangan Mahasiswa Ilmu Informasi Dan Perpustakaan Universitas Airlangga. Skripsi. Universitas Airlangga.

Rahmah, Addini Aulia. (2016). Persepsi Pegawai Perpustakaan Kantor Perpustakaan Dan Arsip Daerah Kota Pekalongan Tentang Profesi Pustakawan. Skripsi. Universitas Diponegoro.

Reed, Kirk D. (2011). “Exploring The Meaning Of Occupation: The Case For Phenomenology”.The Canadian Journal Of Occupational Therapy (Dec 2011), http://www.readperiodicals.com/201112/2565513941.html, (diakses 28 Februari 2018).

Ridwan, Aang. (2016). Komunikasi Antarbudaya: Mengubah Persepsi Dan Sikap Dalam Meningkatkan Kreativitas Manusia. Bandung: Pustaka Setia.

Soeatminah. (1992). Perpustakaan Kepustakawanan Dan Pustakawan. Yogyakarta: Kanisius.

Soetjipto Dan Raflis Kosasi. (2004). Profesi Keguruan. Jakarta: Rineka Cipta.

Suherman. (2011). Pustakawan Inspiratif. Bandung: MQS Publishing.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung. Alfabeta.

Sukardi. (2005). Metode Penelitian Pendidikan, Kompetensi dan Prakteknya. Jakarta: Bumi Aksara.

Sulistyo-Basuki. (1993). Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Supriyadi, Dedi. (1998). Mengangkat Citra Dan Martabat Guru. Yogyakarta: Adi Citra Karya Nusa.

Sutarno, NS. (2006). Manajemen Perpustakaan Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Sagung Seto.

Suwarno, Wiji. (2009). Psikologi Perpustakaan. Jakarta: Sagung Seto

Suwendi, Hari. (2014). Persepsi Pemustaka Terhadap Keterampilan Interpersonal Pustakawan Pada Perpustakaan Umum Kota Medan. Skripsi. Universitas Sumatera Utara.

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Undang-Undang Republik Indonesia No.43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan.

http://kelembagaanfiles.pnri.go.id/pdf/about_us/official_archives/public/nor

mal/UU_43_2007_perpustakaan.pdf (diakses 25 Februari 2018).

Yusuf, Taslimah. (1996). Manajemen Perpustakaan Umum. Jakarta: Universitas Terbuka.

Zed, Mestika. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Pustaka Obor Indonesia.

Downloads

Published

2020-12-29