MANAJEMEN PENGETAHUAN DALAM PERSPEKTIF PERPUSTAKAAN

Authors

  • Nisa Adelia Alumni Magister Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37108/shaut.v12i1.304

Keywords:

Manajemen, Pengetahuan, Pengelolaan, Perpustakaan

Abstract

Abstrak

Manajemen pengetahuan lahir karena adanya perkembangan era bisnis perusahaan dari era industri menuju era informasi. Pada era informasi inilah konsep manajemen pengetahuan lahir dan berkembang. Akhir tahun 1990, menjadi tanda mulainya manajemen pengetahuan diimplementasikan pada perusahaan dan organisasi serta mulai dirasakan manfaatnya.Perkembangan dunia global memberi warna pada manajemen pengetahuan. Hingga Manajemen Pengetahuan masuk dalam tiga perpektif. Yaitu Perspektif Bisnis, Manajemen dan Perspektif Praktik. Di Dunia Perpustakaan, penelitian Manajemen Pengetahuan masih seputar penerapan manajemen pengetahuan di perpustakaan, Penelitian–penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui startegi dan program manajemen pengetahuan di perpustakaan yang harapannya dapat menjadi best practice untuk perpustakaan lainnya. Namun jika kita melihat proses bisnis perpustakaan, yang mencakup pengolahan buku hingga pengembangan perpustakaan, semua itu merupakan konsep dari manajemen pengetahuan. Hal ini memunculkan dugaan sementara apakah perpustakaan adalah manajemen pengetahuan itu sendiri. Melalui metode kajian pustaka kajian ini menyimpulkan bahwa perpustakaan sejatinya lembaga pengelola pengetahuan manusia. Praktik pengelolaan perpustakaan tidak sebatas mengelola buku di rak–rak. Lebih dari itu, perpustakaan mampu melesat hingga pada menjadi manajemen pengetahuan itu sendiri.

Kata Kunci : Manajemen, Perpustakaan, Pengelolaan, Pengetahuan

 

Abstract

Knowledge management was born because of the development of the company's business era from the industrial era to the information age. In this information age the concept of knowledge management was born and developed. The end of 1990 became a sign of the beginning of knowledge management implemented in companies and organizations and began to feel the benefits. The development of the global world gives color to knowledge management. Until Knowledge Management is included in the three perspectives. Namely the Business Perspective, Management and Practice Perspective. In the Library World, Knowledge Management research is still around the application of knowledge management in libraries. These studies are conducted to find out the strategies and knowledge management programs in libraries that hope to become best practices for other libraries. But if we look at the library business process, which includes the processing of books to library development, all of that is the concept of knowledge management. This raises a temporary conjecture whether the library is knowledge management itself. Through the literature review method, this study concludes that the library is actually an institution that manages knowledge. Library management practices are not limited to managing books on a shelf. More than that, the library is capable of racing up to become knowledge management itself. 

References

Badriah.2006. Study Kepustakaan Menyusun Kerangka Teoritis, Hipotesis Penelitian dan Jenis Penelitian. Retrieved fromhttp://www.koperti4.or.id’pages/data%202006/kelembagaan/studi_studikepustakaan_DR%5B1%5D_DWI.Doc

Cahyono, Teguh.Sistem Perpustakaan Berdasarkan Konsep Manajemen Pengetahuan.Universitas Negeri Malang.

Christensen, Peter Holdt.2007. Knowledge sharing: moving away from the knowledge creation as a synthesizing process. Palgrave-Journals. Februari 03, 2016http://www.palgrave-journals.com/kmrp/journal/v1/n1/pdf/8500001a.pdf

Dalkir, Kimis.2011.Knowledge Management.

Haryanto.2018.KNOWLEDGE Management Di Perpustakaan Perguruan Tinggi.Jakarta : Pustakaloka

Hislop, Donald.2009. Knowledge Management. United Kindom : Oxford Press.

https://pdfs.semanticscholar.org/1d5a/7144eeabb9b9c3d60ccb5461df09d3a02868.pdf

Husna,Jazimatul.2018.Implementasi Knowledge Management Di Perpustakaan Dalam Membangun Koleksi Warisan Budaya Batik.Pustakaloka

Lumbantobing, Paul.2011. Manajemen Knowledge Sharing berbasis komunitas. Bandung.

Melfianora.Penulisan Karya Tulis Ilmiah Dengan Studi Literatur .dapat diakses di https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&ved=2ahUKEwjM3_u6o8rpAhUXeisKHYxXDCYQFjABegQIAhAB&url=https%3A%2F%2Fosf.io%2Fgfe9w%2Fdownload&usg=AOvVaw2htNSHlluJpCc6K7MtEbkG

Nashihuddin, Wahid. 2014. Membudayakan Knowledge Sharing Di Perpustakaan: Upaya dan Solusi Pustakawan Referensi Untuk Memenuhi kebutuhan Informasi Pengguna.Jakarta.

Nilamsari,Natalina.2014. Memahami Studi Dokumen Dalam Penelitian Kualitatif. Jurnal Wacana Volume XIII No.2. dapat diakses di

Nonaka,Ikujiro& Toyama,Ryoko.2003. The knowledge-creating theory revisited:obsession with best ractices (VOL. 11 NO. 1 2007, Pp. 36-4). Journal Of Knowledge Management. September 09, 2015. http://folk.uio.no/patrickr/refdoc/the%20theory%20of%20structuration.pdf

Sudarsana, Undang dan Bastiano.2009.Pembinaan Minat Baca.Jakarta : Universitas Terbuka

Sulistyo-Basuki. 1991. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Sulistyo-Basuki. 2010. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka.

Sungadi. 2019.Promosi Perpustakaan Dan Pemasaran Layanan Perpustakaan: Peran Profesional Perpustakaan.Yogyakarta : Universitas Islam Indonesia

Tim. 2007.Undang – Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan.Jakarta

Tung, Khoe Yao. 2018. Memahami Knowledge Management. Jakarta: Penerbit Indeks

Yulia, Yuyun dan Mustofa, B. 2009. Pengelolaan Bahan Pustaka. Jakarta : Universitas Terbuka

Published

2020-06-25