Manajemen arsip digital dan ERMS
DOI:
https://doi.org/10.15548/shaut.v9i2.116Keywords:
manajemen arsip, digital, ermsAbstract
Kehadiran teknologi informasi juga merambah bidang pengelolaan informasi publik, yakni kearsipan. Manajemen arsip secara fisik saat ini telah dialihkan kedalam media digital yang dikenal dengan arsip digital. Manajemen arsip yang bersifat kertas seringkali dihadapkan pada berbagai kendala seperti hilangnya arsip karena tidak teroganisir dengan baik, ancaman serangga dan bencana alam yang tidak dapat dihindari. Berbagai lembaga saat ini berusah untuk mengalihkan arsip ke dalam bentuk digital sehingga ketahanan informasi yang dkandung arsip lebih terjaga. Arsip yang berbasis kertas, video, dan suara diolah dalam program komputer serta disimpan dalam database digital. Arsip digital menjadi ruang baru yang lebih menjanjikan terhadap kelestarian arsip serta akses informasinya lebih mudah dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja.
References
Moore, R. Collection-Based Persistent Digital Archives. Retrieved from http://www.dlib.org/dlib/march00/moore/03moore-pt1.html
Muhidin, S. A. (2016). Pengelolaan Arsip Digital. Retrieved from http://sambas.staf.upi.edu/files/2016/08/Arsip-Digital-1.pdf. Mulyantono, M. I. (2014). Otomasi dalam Kearsipan. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
National Research Foundation. (n.d.). Managing Digital Collection: A Collaborative Initiative on The South African Framework. Retrieved from http://wiki.lib.sun.ac.za/images/5/51/Managin g_Digital_Collections.pdf.
The National Archive. (n.d.). Managing Digital Archive Without an Electronic Record Management System. Retrieved from http://www.nationalarchives.gov.uk.
Smith, K. R. (2015). Digital Archives & Preservation Systems. Retrieved from https://libraries.mit.edu


