Bentuk Ajaran Syekh Maulana Ibrahim Al-Khalidi Kumpulan Dalam Menyebarkan Islam di Minangkabau (Tinjauan Historis)

Main Article Content

Ayu Nanda Mustika
Kori Lilie Muslim
Miswar Munir

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hilangnya arti perjuangan seorang ulama yang terdahulu karena konteks kehidupan saat ini semakin berkembang, orang-orang saat ini sudah mulai melupakan arti perjuangan seorang ulama terdahulu yaitu Syekh Maulana Ibrahim Al-Khalidi Kumpulan. Karena pada dasarnya Syekh Maulana Ibrahim Al-Khalidi telah berhasil melakukan perubahan ditengah-tengah masyarakat, yang pada masa itu berkembang  kebiasaan-kebiasaan buruk yang  bertentangan dengan ajaran agama Islam, seperti perjudian, menyabung ayam, mengisap madat (narkoba). Penelitian ini menggunakan metode sejarah dalam bentuk deskriptif naratif (kualitatif). Penelitian  ini dilakukan  di Nagari Kumpulan.  Sumber  primer yang digunakan yaitu naskah Syekh Said Bonjol dan melakukan teknik wawancara dan observasi.Hasil yang diperoleh dari penelitian, dalam proses menyebarkan agama Islam awalnya Syekh Maulana Ibrahim Al-Khalidi Kumpulan mendirikan intitusi sebagai tempat ia beraktifitas. Syekh Maulana Ibrahim Al-Khalidi mendirikan surau yang kemudian ia beri nama surau Kaciak(kecil), sesuai dengan bentuk dan ukurannya. Syekh Maulana Ibrahim Al-Khalidi Kumpulan menyebarkan agama Islam kepada masyarakat Kumpulan melalui ajaran tarekat Naqsyabandiyah. Ajaran yang dibawa oleh Maulana Ibrahim Al-Khalidi   dalam   menyebarkan  Islam   terhadap   masyarakat   Kumpulan,   secara berangsur-angsur masyarakat Kumpulan mulai meninggalkan kebiasaan jelek melalui ajaran yang disampaikan oleh Syekh MaulanaIbrahim Al-Khalidi.

Article Details

How to Cite
Ayu Nanda Mustika, Muslim, K. L., & Miswar Munir. (2020). Bentuk Ajaran Syekh Maulana Ibrahim Al-Khalidi Kumpulan Dalam Menyebarkan Islam di Minangkabau (Tinjauan Historis). Khazanah, 10(1), 91-110. Retrieved from https://rjfahuinib.org/index.php/khazanah/article/view/263
Section
Articles

References

Alwi Shihab, kini Islam Sufistik, “Islam Pertama” dan Pengaruhnya di Indonesia, Bandung: Mizan, 2001

Harun Nasution, Refleksi Pembaharuan Pemikiran, Jakarta: Lembaga Studi Islam dan filsafat, 1991

Martin Van Bruinessen, Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia, Bandung: Mizan, 1992

Murodi, Melacak Asal Usul Gerakan Paderi di Sumatera Barat, Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999

Martin Van Bruinessen, Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia, Bandung: Mizan, 1992

S. Tk. Saidina Ibrahim, Sejarah Ringkas Syekh Maulana Ibrahim Al-Khalidi Kumpulan, Bonjol: Arsip dokumentasi

Syofyan Hadi, Naskah al-Manhal Al-‘adhb li-dhikr: Kajian atas Dinamika Perkembangan Ajaran Tarekat Naqsyabandiyah al-Khallidiyah di Minangkabau, Banten: Lembaga Studi Islam Progresif, 2011

Syarbaini, Mengenal Tarekat Naqsyabandiyah Syekh Muhammad Said Bonjol, Jakarta, 2008

Yusrizal, Sejarah Pendidikan Daerah Sumatera Barat, Padang: Pemimpin Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah Sumatera Barat, 1983

Yulizal Yunus, et al, Beberapa Ulama Di Sumatera Barat, Padang: 2008

Chairullah, Tesis Naskah Ijazah dan Silsilah Tarekat Kajian Terhadap Transmisi Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah di Minangkabau. Tabing: CV Graphic Delapan Belas, 2016

Mhd Nur, Tesis, Gerakan Kaum Sufi Di Minangkabau Awal Abad Ke-20, Yogyakarta:1991