CITY BRANDING BERBASIS KEARIFAN LOKAL

Authors

  • Revi Marta
  • Imca Pero Hasfera

Keywords:

City Branding, Kearifan Lokal, Pemasaran

Abstract

ABSTRACT

Currently, many regions are trying to image themselves as best they can by implementing the right brand strategy in order to provide many benefits and advantages. Location, geographic location, locale, products and personal figures from an area are used as references to create a brand by communicating its identity and various uniqueness within it. This phenomenon has resulted in many cities, provinces and even countries actively campaigning through various promotional media. Initially, branding was a science that was applied to goods and services, but in its development the brand concept expanded to various objects, including cities. In contrast to the product, a city is a complex entity because it is related to nature, people, objects and the artificial environment. Branding is indeed not seen as a way to manage a city, but rather as a tool to convey a positive image with the aim of increasing the perception of various stakeholders where branding cannot change a city but can help increase its overall competitiveness. the formation of city branding can affect the mental map of how visitors perceive a city in their minds, this happens because the image is a reflection or description of the condition of the elements that a city has in a relatively long period of time.

Keyword: City Branding, Kearifan Lokal, pemasaran

ABSTRAK

Saat ini banyak daerah berusaha mencitrakan dirinya sebaik mungkin dengan menerapkan brand strategy yang tepat agar memberikan banyak manfaat dan keuntungan. Lokasi, letak geografis, kelokalan, produk dan sosok personal dari suatu daerah dijadikan acuan untuk membuat brand dengan mengkomunikasikan identitas dan beragam keunikan di dalamnya. Fenomena ini mengakibatkan banyak kota, provinsi bahkan negara aktif mengkampanyekan diri melalui berbagai media promosi. randing awalnya merupakan keilmuan yang diterapkan pada produk barang dan jasa, namun dalam perkembangannya konsep brand meluas ke berbagai objek termasuk kota. Berbeda dengan produk, sebuah kota merupakan entitas yang kompleks karena berkaitan dengan alam, manusia, benda dan lingkungan buatan. Branding memang tidak dipandang sebagai cara untuk mengelola suatu kota, melainkan sebagai alat untuk menyampaikan citra positif dengan tujuan meningkatkan persepsi yang dimiliki berbagai pemangku kepentingan di mana branding tidak dapat mengubah suatu kota tetapi dapat membantu meningkatkan daya saing secara keseluruhan. pembentukan branding kota dapat mempengaruhi peta mental bagaimana pengunjung mempersepsikan sebuah kota di benak mereka, ini terjadi karena citra merupakan cerminan atau gambaran kondisi dari unsur-unsur yang dimiliki suatu kota pada kurun waktu yang relatif lama.

Kata Kunci: Directory,Medicine, Traditional Medicine

References

DAFTAR PUSTAKA

Arif, D. sulisworo ; T. wahyuningsih & D. baehaqi. (2012). Identitas Nasional. Hibah Materipembelajaran Non Konvesional. https://doi.org/10.1109/ICACC.2012.2

Azizah, A., & Adawia, P. R. (2018). strategi pemasaran. Cakrawala - Jurnal Humaniora. https://doi.org/10.31294/JC.V18I2.4117

Jones, J. P. (2003). Advertising and Promotion. In Encyclopedia of International Media and Communications. https://doi.org/10.1016/B0-12-387670- 2/00002-9

Merrilees, B., Miller, D., & Herington, C. (2009). Antecedents of residents’ city brand attitudes. Journal of Business Research. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2008.05.011

Murphy, J. (1988). Branding. Marketing Intelligence & Planning. https://doi.org/10.1108/eb045775

Riza, M., Doratli, N., & Fasli, M. (2012). City Branding and Identity. Procedia - Social and Behavioral Sciences. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.02.091

Downloads

Published

2022-05-14