PENGUMULAN ISLAM DENGAN BUDAYA LOKAL DI NUSANTARA

Authors

  • Sudarman Sudarman

Keywords:

Islam, Local Culture, Society, Archipelago, Java, Lombok

Abstract

ABSTRACT

This article aims to analyze the encounter between Islam and local culture which has been rooted in society so far. The arrival of Islam to the archipelago and the ability of Muslims to spread the religion of Islam was the first to accommodate the culture that had long developed in the archipelago. Acculturation of Islamic culture with local culture gave birth to a ritual system that is different from the others. The method used is the social history method using primary sources in the form of colonial archives, local sources in the form of religious manuscripts and secondary sources and using a socio-religious approach. This article finds that the struggle of Islam with local culture has given rise to a ritual system such as Kejawean and Islam Wetu Telu, which canoe harts are still adhered to by people in Java and Lombok.

Keywords: Islam, Local Culture, Society, Archipelago, Java and Lombok

 

ABSTRAK

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pertemuan antara Islam dengan budaya lokal yang selama ini telah bergrat akar ditengah-tengah masyarakat. Kedatangan Islam ke Nusantara dan  kemampuan Muslim penyebar agama Islam pertama dalam mengakomodir budaya yang telah lama berkembang di Nusantara. Akulturasi budaya Islam dengan budaya lokal melahirkan satu sistem ritual yang berbeda dengan yang lainnya. Adapun metode yang dipergunakan adalah metode sejarah sosial dengan menggunakan sumber primer berupa arsip kolonial, sumber lokal berupa manuskrip keagamaan dan sumber sekunder serta menggunakan pendekatan sosial keagamaan.  Artikel  ini menemukan bahwa pergumulan Islam dengan budaya lokal telah melahirkan satu sistem ritual seperti Kejawean dan Islam Wetu Telu yang sampan hart ini masih dianut oleh masyarakat yang ada di Jawa dan Lombok.

Kata Kunci: Islam, Local Culture, Society, Archipelago, Java and Lombok

References

Azyumardi Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII: Akar Pembaruan Islam Indonesia, Jakarta: Kencana, 2004

______________, Perspektif Islam di Asia Tenggara, Jakarta : Yayasan Obor Indonesia, 1989.

_________________, Renaisans Islam Asia Tenggara : sejarah wacana dan kekuasaan, Bandung : Remaja Rosdakarya, 1999

Ambary, Hasan Muarif, Menemukan Peradaban: Jejak Arkeologis dan Historis Islam Indonesia, (Jakarta: Logos, 2001)

Amin, Ahmad, et all, Adat Istiadat Daerah Nusa Tenggara Barat,(Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, 1997)

Ball, J. Van, Pesta Alip di Bayan, (Jakarta: Bhratara, 1976)

Baso, Ahmad, Plesetan Lokalitas: Politik Pribumisasi Islam, (Desantara, 2002)

Bizawie, Zainul Milal, ?Dialektika Tradisi Kultural: PijakanHistoris dan Antropologis Pribumisasi Islam?, dalam Tashwirul Afkar,

Bruinessen, Martin van, ?Global and Local in Indonesian Islam dalam Southeast Asian Studies (Kyoto)vol. 37, No. 2, 1999).

Budiwanti, Erni,Islam Sasak:Wetu Telu Versus Waktu Lima,(Yogyakarta: LkiS, 2000)

Fajrul Falak, Agama dan Perubahan Sosial, Yogyakarta: LKPSM,2001

Taufik Abdullah, Sejarah dan Masyarakat Lintasan Historis Islam di Indonesia, Jakarta Yayasan Obor, 1988.

D.G.E. Hall, Sejarah Asia Tenggara,Kuala Lumpur: Dewaan Bahasa da Pustaka, 1987.

Muhammad Harfin Zuhd, Memperkuat Citra Islam sebagai agama Perdamaian, Islam Wetu Telu di Bayan Lombok: Dialektika Islam dan Budaya Lokal, Akademika: Jurnal Pemikiran Islam, Vol 17 no 2, 2012.

Marshal G.S. Hudson, TThe Venture of Islam : iman dan sejarah dalam peradaban dunia, Jakarta: Paramadina, 1999.

Downloads

Published

2022-05-14