##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Abstract

Tradisi keagamaan di Lebanon semakin menarik ketika dilihat dengan ragam kelompok agama Islam yang dianut oleh masyarakatnya. Islam tentu masih menduduki peringkat pertama sebagai agama mayoritas di negara Timur Tengah tersebut. Namun di samping menjadi agama yang paling banyak dianut, Islam di Lebanon memiliki kelompok yang beragam. Artikel ini akan memfokuskan bagaimana praktik tradisi keagamaan Islam, yaitu perayaan Bulan Muharram di tengah banyaknya kelompok Islam di Lebanon. Perbedaan maupun persamaan dalam menjalankan tradisi Islam antar kelompok juga menjadi fokus dalam penelitian. Dengan pendekatan sejarah, sosiologi, dan antropologi, artikel ini menganalisis bagaimana tradisi keagamaan yang dilakukan di Lebanon dalam ragam kelompok Islam serta problematika yang ditimbulkannya. Tulisan ini membuktikan bahwa banyaknya kelompok Islam di Lebanon, tidak menjadikan tradisi Islam hilang. Artikel ini juga membuktikan bahwa terdapat unsur politik yang tercampur sampai pada aspek tradisi di Lebanon.


Tradisi keagamaan di Lebanon semakin menarik ketika dilihat dengan ragam kelompok agama Islam yang dianut oleh masyarakatnya. Islam tentu masih menduduki peringkat pertama sebagai agama mayoritas di negara Timur Tengah tersebut. Namun di samping menjadi agama yang paling banyak dianut, Islam di Lebanon memiliki kelompok yang beragam. Artikel ini akan memfokuskan bagaimana praktik tradisi keagamaan Islam, yaitu perayaan Bulan Muharram di tengah banyaknya kelompok Islam di Lebanon. Perbedaan maupun persamaan dalam menjalankan tradisi Islam antar kelompok juga menjadi fokus dalam penelitian. Dengan pendekatan sejarah, sosiologi, dan antropologi, artikel ini menganalisis bagaimana tradisi keagamaan yang dilakukan di Lebanon dalam ragam kelompok Islam serta problematika yang ditimbulkannya. Tulisan ini membuktikan bahwa banyaknya kelompok Islam di Lebanon, tidak menjadikan tradisi Islam hilang. Artikel ini juga membuktikan bahwa terdapat unsur politik yang tercampur sampai pada aspek tradisi di Lebanon.

Keywords

Tradisi, Muharram, Kelompok Islam, Lebanon

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Yani, S. M., Niswa Safitri, & Zakiya Darojat. (2023). Tradisi Bulan Muharram dalam Ragam Kelompok Islam di Lebanon Abad ke-20. Khazanah: Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan Islam, 13(1), 35–52. https://doi.org/10.15548/khazanah.v13i1.862

##journal.references##

  1. Abdel-Latif, O. (t.t.). Lebanon’s Sunni Islamists—A Growing Force. 28.
  2. Agama di Lebanon. (t.t.). [P2k.stekom.ac.id]. Ensiklopedia Dunia. Diambil 27 November 2022, dari https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Agama_di_Lebanon
  3. Alfred B. Prados. (2007). Lebanon. Congressional research service. https://sgp.fas.org/crs/mideast/RL33509.pdf
  4. Christopher M. Blanchard. (2009). Islam: Sunnis and Shiites. Congressional research service. https://www.everycrsreport.com/files/20061211_RS21745_413d9c6e0989bc5c9ab643b2246c3ef6731e91fc.pdf
  5. Farah, M. F., & El Samad, L. (2015). Controversial product advertisements in Lebanon: A study of Sunni-Shi’a sectarian disparities and similarities. Journal of Islamic Marketing, 6(1), 22–43. https://doi.org/10.1108/JIMA-02-2014-0013
  6. Febrianti, M. (2020). ALIRAN SYIAH DAN PEMIKIRANNYA. Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani, 6(1), 86–97. https://doi.org/10.47435/mimbar.v6i1.805
  7. George Saropheme Gedeon. (t.t.). THE “ASHURA” CEREMONIES IN LEBANON [University of London]. https://eprints.soas.ac.uk/33940/
  8. Hamzeh, A. N. (2000). Lebanon’s Islamists and local politics: A new reality. Third World Quarterly, 21(5), 739–759. https://doi.org/10.1080/713701078
  9. Hibatullah, F. (2021). Politik Konfesionalisme Lebanon: Sebuah Pilihan atas Keberagaman Agama. 5, 19.
  10. Kamal Shayya, Rania Sabaayon, Ghassan Makarem, Makram Kamel, & Mustafa Hazim. (t.t.). Islamic movements in Lebanon (Mr. Husni Zeineh, Penerj.). Masar Association. https://library.fes.de/pdf-files/bueros/beirut/06882.pdf
  11. Khairuddin, M.Ag, Prof. Dr. H. A. (2017). Asyura: Antara Doktrin, Historis dan Antropologis Perspektif Dakwah Pencerahan. Al-Hiwar?: Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah, 3(5). https://doi.org/10.18592/al-hiwar.v3i5.1192
  12. Lara Deeb. (2013). Living Ashura in Lebanon: Mourning Transformed to Sacrifice. Comparative Studies of South Asia, Africa and the Middle East, 33(2), 135–136. https://doi.org/10.1215/1089201X-2322336
  13. Longva, A. N., & Roald, A. S. (Ed.). (2012). Religious minorities in the Middle East: Domination, self-empowerment, accommodation. Brill.
  14. Moaddel, M. (t.t.). Ethnicity and Values Among the Lebanese Public: Findings from A Values Survey. 12.
  15. Moch Nur Ichwan. (2019, Mei 27). Syakib Arslan: Sebab Kemunduran Dunia Islam. alif.id. https://alif.id/read/moch-nur-ichwan/syakib-arslan-sebab-kemunduran-dunia-islam-b219599p/
  16. Norton, A. R. (2005). Ritual, Blood, and Shiite Identity: Ashura in Nabatiyya, Lebanon. TDR/The Drama Review, 49(4), 140–155. https://doi.org/10.1162/105420405774762880
  17. p2k.unkris. (t.t.). Alawi. http://p2k.unkris.ac.id/id3/2-3065-2962/Alawi_109114_widyakartika_p2k-unkris.html
  18. Redaksi. (2022, Juni 26). Mengenal Kelompok Syiah: Ghulat, Ismailiyah, Zaidiyah, Hingga Itsna ’Asyariyah. Pecihitam.org. https://www.pecihitam.org/mengenal-kelompok-syiah-ghulat-ismailiyah-zaidiyah-hingga-itsna-asyariyah/
  19. Umair Mirza. (t.t.). The Encyclopedia of Islam: Vol. Vol 1 hal 705. INTERNET ARCHIVE. https://archive.org/details/volume-5/Volume%201/page/705/mode/2up?q=ashura