SYEKH SULAIMAN AL-RASULI: INTEGRASI ADAT DAN AGAMA DI MINANGKABAU

Authors

  • Asril

Keywords:

Integrasi, Adat, Agama

Abstract

Awal Islam dikembangkan di Minangkabau mendapat perlawanan oleh kaum adat sehingga terjadi perperangan yang mengakibatkan pertumpahan darah. Namun setelah kedua belah pihak menyadari bahwa perperangan tersebut tidak akan menyelesaikan permasalahan, maka diadakan musyawarah di Bukit Marapalam”. Hasil musyawarah melahirkan kebijakan dengan ungkapan “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”. Untuk menjaga kebijakan tersebut maka hari demi hari, waktu demi waktu ungkapan tersebut diperkokoh dengan ungkapa-ungkapan bijak berikutnya seperti; Adat dan Agama Bagaikan Aur dan Tebing Keduanya Sanda Menyanda,  Syarak Mangato Adat Mamakaikan, Syarak Batalanjang Adat Basisampiang, Syarak Nan Kawi Adat Nan Lazim. Sebagai seorang ulama Syekh Sulaiman al-Rasuli, telah berjasa pula melakukan pengintegrasian adat dan agama di Minangkabau. Upayanya terlihat dari ceramah-ceramah agamanya di masjid-masjid dan dari beberapa karya tulisnya. Seperti ungkapannya” jika ada adat yang tidak sesuai dengan ajaran agama maka itu bukan adat Minangkabau namun adat jahiliah”. Kemudian ia kokohkan dengan ungkapan bijak yang belum ada pengokohan baru hingga sekarang “Adat Bapaneh Syarak Balinduang”

References

Asril, (2020). Sejarah Intelektual Islam: Syekh Sulaiman al-Rasuli (1871-1970) Pemahaman Agama dan Adat, Disertasi, Palembang: Universitas Islam Negeri Raden Fatah

Daya, Burhanuddun, (1995). Gerakan Pembaharuan Pemikiran Islam: Kasus Sumatera Thawalib, Jakarta: Tiara Wacana

Hamka, (1963). Adat Minagkabau Menghadapi Revolusi, Jakarta: Firma Tekad

Hamka, (1948). Islam dan Adat Minangkabau, Jakarta: Pustaka Panjimas

Hans Dieter,Korff Rudiger, Evers,(2001). Southeast Asian Urbanism, LIT Verlag Munstcr

Jamal, Murni, (2002). DR. H. Abdul Karim Amrullah: Pengaruhnya dalam gerakan pembaharuan Islam di Minangkabau pada Awal Abad ke-20, Jakarta: INIS

Khatib al-Minangkabawi ,Ahmad, (1309. H). ad-Da’i al-Masmu’ Fi ar-radd ‘ala man yuwarris al-Ikhwat wa al-Aulad wa al-Akhawat ma’a wujud al-Usul wa al-Furu’ , Misr

Manggis Dt.Radjo Panghoeloe, M Rasjid, (1985). Sejarah Ringkas Minangkabau dan Adatnya, Jakarta: Mutiara Sumber Jakarta

Mudhafier, Fadhlan, (2013). Syekh Ahmad Khatim al-Minangkabawy: Pemikiran dan Perjuangannya, Monograf, Jakarta: Kemala Indonesia

Radjab, Muhammad (1969). Sistem Kekerabatan di Minangkabau, Center for Minangkabau Studies

Rusli, Bahruddin, (1978). Ayah Kita, Candung: Tampa Penerbit

Schricke, B.J.O, (1973). Pergolakan Agama di Sumatera Barat, Sebuah Sumbangan Bibliografi, Jakarta: LIPI

Sulaiman al-Rasuli, Syekh, (1939). Pedoman Hidoep di Alam Minangkabau (Nasihat Siti Budiman) menoeroet Garisan Adat dan Syara’ , Bukittinggi Direkrij Tsamaratul Ikhwan

Sulaiman al-Rasuli, Syekh, (1964). Sari Pati Sumpah Satie Bukit Marapalam, Surat Wasiat ,Canduang

Sulaiman al-Rasuli, Syekh, (1927). Asal Pangkat Penghulu dan Pendiriannya, Bukittinggi: Direkrij

Sulaiman al-Rasuli, Syekh, (1927). Pertalian Adat dan Syarak yang Terpakai di Alam Minangkabau Lareh nan Duo Luhak nan Tigo, Fort de Kock: Matba’ah Islamiyah

Downloads

Published

2021-11-19

How to Cite

Asril. (2021). SYEKH SULAIMAN AL-RASULI: INTEGRASI ADAT DAN AGAMA DI MINANGKABAU. Khazanah, 11(1). Retrieved from https://rjfahuinib.org/index.php/khazanah/article/view/525