Main Article Content

Abstract

This article takes a focus on the acceptance and rejection of Nusantara Islam among the Ulama of Palembang City. The background of this article is the socio-religious phenomenon seen in the Ulama of Palembang City showing different variants and expressions in addressing the term of Islam in Nusantara. A qualitative descriptive approach is used to answer the two questions raised in this article. First, what is the motive for the rejection of Nusantara Islam among the ulama of Palembang City, and second, what is the motive for the acceptance of Nusantara Islam among the ulama of Palembang City? The author found that knowledge, experience, and interests were motives for the rejection of Nusantara Islam among the old Palembang. Meanwhile, the motives for acceptance of Nusantara Islam among the Palembang Ulama include incentives, group solidarity, learning, and compulsion.

Keywords

Acceptance Rejection Nusantara Islam Ulama Palembang

Article Details

How to Cite
Harun, M. . (2020). Penerimaan dan Penolakan Islam Nusantara di Kalangan Ulama Kota Palembang. Khazanah, 10(2), 187-196. https://doi.org/10.37108/khazanah.v10i2.369

References

  1. Ajeng Larasati, Sri Rahayu Hijrah Hati, and Anya Safira, “Religiusitas Dan Pengetahuan Terhadap Sikap Dan Intensi Konsumen Muslim Untuk Membeli Produk Kosmetik Halal,” Esensi: Jurnal Bisnis Dan Manajemen 8, no. 2 (2018): 105–114.
  2. Ricky Arnold Nggili, Belajar Any Where (GUEPEDIA, 2015).
  3. Yayat Suharyat, “Hubungan Antara Sikap, Minat Dan Perilaku Manusia,” Jurnal Region 1, no. 3 (2009): 1–19.
  4. Darmiyati Zuchdi, “Pembentukan Sikap,” Cakrawala Pendidikan, 1995, 83690.
  5. Muhammad Anas Maarif, “Internalisasi Nilai Multikulutural Dalam Mengembangkan Sikap Toleransi (Studi Di Di Pesantren Mahasiswa Universitas Islam Malang),” Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam 2, no. 1 (2019): 164–189.
  6. Agus M. Hardjana, Penghayatan Agama: Yang Otentik & Tidak Otentik (Kanisius, 2003).
  7. Paul Suparno, Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget (Kanisius, 2001).
  8. Syed Farid Alatas, “Pengkajian Ilmu-Ilmu Sosial: Menuju Ke Pembentukan Konsep Tepat,” Antropologi Indonesia, 2014.
  9. Akhmad Sudrajat, “Teori-Teori Motivasi,” Tersedia Juga Dalam Http://Akhmadsudrajat. Wordpress. Com/2008/02/06/Teori-Teori-Motivasi/[Diakses Di Bandung: 9 Oktober 2012], 2008.
  10. Abdul Kadir, Dasar-Dasar Pendidikan (Kencana, 2015).
  11. Suparman Abdullah, “Potensi Dan Kekuatan Modal Sosial Dalam Suatu Komunitas,” SOCIUS: Jurnal Sosiologi 12, no. 1 (2016): 15–21.
  12. Baidhawy, Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural.
  13. Fathor Rahman, “Konsep Kompensasi Tafsir Al Quran Dan Hadist Pendekatan Tematik,” Qolamuna: Jurnal Studi Islam 2, no. 2 (2017): 233–254.
  14. IAIN Langsa, “KONSEP REWARD AND PUNISHMENT DALAM ALQURAN (Kajian Dari Sisi Penerapan Pendidikan Moral),” n.d.
  15. Hasbullah Hasbullah, “Rewang: Kearifan Lokal Dalam Membangun Solidaritas Dan Integrasi Sosial Masyarakat Di Desa Bukit Batu Kabupaten Bengkalis,” Sosial Budaya 9, no. 2 (2012): 231–243.
  16. Mifdal Zusron Alfaqi, “Memahami Indonesia Melalui Prespektif Nasionalisme, Politik Identitas, Serta Solidaritas,” Jurnal Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan 28, no. 2 (2015).
  17. DILA OKTARIANA, “PENGARUH BUDAYA SAKAI SAMBAYAN TERHADAP SOLIDARITAS SOSIAL (Studi Kasus Di Desa Negeri Agung, Kabupaten Waykanan),” 2016.
  18. Abdul Mujib Abdul Mujib and Jusuf Mudzakkir Jusuf Mudzakkir, Ilmu Pendidikan Islam (Kencana Prenada Media Group, 2007).
  19. Alfaqi, “Memahami Indonesia Melalui Prespektif Nasionalisme, Politik Identitas, Serta Solidaritas.”
  20. Umi Hanifah, “TRANSFORMASI SOSIAL MASYARAKAT SAMIN Di BOJONEGORO (Analisis Perubahan Sosial Dalam Pembagian Kerja Dan Solidaritas Sosial Emile Durkheim),” Jurnal Sosiologi Agama 13, no. 1 (2019): 41–71.
  21. Aliyah Farwah, “Faktor Sosial Terhadap Kesejahteraan Islami Keluarga Muslim Di Kota Surabaya,” Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Airlangga (JEBA) 23, no. 2 (2013).
  22. Yudrik Jahja, Psikologi Perkembangan (Kencana, 2011).
  23. Pip Jones, Pengantar Teori-Teori Sosial: Dari Fungsionalisme Hingga Post-Modernisme (Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2010).
  24. Luluk Dwi Kumalasari, “MAKNA SOLIDARITAS SOSIAL DALAM TRADISI ‘SEDEKAH DESA’(Studi Pada Masyarakat Desa Ngogri Megaluh Jombang),” Research Report, 2017, 1110–1123.
  25. Ugi Nugraha, “Hubungan Persepsi, Sikap Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Pada Mahasiswa Pendidikan Olahraga Dan Kesehatan Universitas Jambi.,” Cerdas Sifa Pendidikan 1, no. 1 (2015).
  26. Gina Rosarina, Ali Sudin, and Atep Sujana, “Penerapan Model Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Perubahan Wujud Benda,” Jurnal Pena Ilmiah 1, no. 1 (2016).
  27. LENI ASTUTI, “PENGARUH KECERDASAN SPIRITUAL, KECERDASAN IN?EKTUAL DAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA IPS KELAS XI DI SMA NEGERI 01PURWANEGARA KABUPATEN BANJARNEGARA” (PhD Thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO, 2014).
  28. JUNAIDIN JUNAIDIN, “PEMERINTAHAN ALI BIN ABI THALIB DAN PERMULAAN KONFLIK UMAT ISLAM,” FiTUA: Jurnal Studi Islam 1, no. 1 (2020): 33–48.
  29. S. Pd I. Hermawan, STUDI ISLAM NUSANTARA (YAYASAN HJ. KARTINI KUDUS, 2019).
  30. Helmy Qadarusman and Abdul Matin Bin Salman, “EFEKTIFITAS PENGGUNAAN AYAT-AYAT AL-QURAN SEBAGAI RUQYAHDI RUQYAH BEKAM CENTER KLATEN” (PhD Thesis, IAIN SURAKARTA, 2017).
  31. Moh Ali Aziz, Ilmu Dakwah: Edisi Revisi (Prenada Media, 2019).
  32. Bobby Zulfikar Akbar, “Kontekstualisasi Hadis Tentang Anjuran Memelihara Jenggot Dan Larangan Isbal Pada Zaman Kekinian,” Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Qur’an Dan al-Hadits 12, no. 2 (2018): 137–164.
  33. https://ruliantosjahputra.blogspot.com/2014/02/resistensi-pada-perubahan.html diakses tanggal 26 Oktober 2019.