Nasionalisme Akar dan Pertumbuhannya di Minangkabau

Main Article Content

Danil Mahmud Chaniago
Umi Rusmiani Humairah
Rengga Satria

Abstract

Akar Nasionalisme di Minangkabau dapat ditelusuri sejak adanya gerakan pembaharuan Islam yang diinisiasi oleh ulama Kaum Muda pada awal abad ke duapuluh. Setelah sukses melahirkan banyak lembaga pendidikan Gerakan ini kemudian mengalami pergeseran menjadi gerakan Sosio-Agama dan Sosio-Politik. Dalam bidang politik gerakan ini mendapat dukungan masyarakat di seluruh pelosok Minangkabau. Bangkitnya kesadaran kebangsaan di Minangkabau diwarnai oleh keberhasilan masyarakatnya menggagalkan upaya pemerintah kolonial menerapkan Goeroe Ordonantie yakni politik pendidikan yang membatasi gerak kaum elit agama (Islam) dalam menjalankan tugasnya sebagai guru agama.

Article Details

How to Cite
Chaniago, D. M., Umi Rusmiani Humairah, & Rengga Satria. (2020). Nasionalisme: Akar dan Pertumbuhannya di Minangkabau. Khazanah, 10(1), 25-40. Retrieved from https://rjfahuinib.org/index.php/khazanah/article/view/293
Section
Articles

References

Abdul Munir Mulkhan. Nasionalisme; Refleksi Kritis Kaum Ilmuan, .Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996.

Ahmat Adam, The Vernacular Press and the Emergence of Modern Indonesia Counsciousness 1855-1913. Ithaca,New York: Southeast Asia Program Cornell University, 1995.

Aqib Suminto. Politik Islam Hindia Belanda: Kantoor voor Indlandsche Zaken, Jakarta: LP3ES, 1985.

B.J.O. Schrieke. PergolakanAgama di Sumatera Barat: Sebuah Sumbangan Bibliografi, terj. Soeganda Purbakawatja. Jakarta: Bhratara, 1973. 12.

Badri Yatim, Soekarno, Islam dan Nasionalisme. Jakarta: Logos, 1999.

Bedjo Riyanto, Iklan Surat Kabar dan Perubahan Masyarakat di Jawa Masa Kolonial1870-1915. Yogyakarta: Tarawang, 2000.

Benedict Anderson, Imagined Communities: Reflection on the Origin and Spread of Nationalism. London and New York: Verso.1991.

Burhanuddin Daya, Gerakan Pembaharuan Pemikiran Islam: Kasus Sumatera Thawalib, Yogyakarta: Tiara Wacana, 1990.

Deliar Noer, Gerakan Moderen Islam di Indonesia 1900-1942. Jakarta: LP3ES, 1996.

Edwar (ed.), Riwayat Hidup dan Perjuangan 20 Ulama Besar Sumatera Barat, Padang: Islamic Centre Sumatera Barat, 1981.

Elliot Parker, “Indonesia”, dalam Kurian, Wordl Press Encyclopaedia. London: Mansell, 1982.

Francis Fukuyama, Kemenangan Kapitalisme dan Demokrasi Liberal, terj. Yogyakarta: Qalam, 2004.

Grendi Hendrastomo. “Nasionalisme VS Globalisasi: Hilangnya Semangat Kebangsaan dalam Perdaban Modern”. Jurnal Dimensia, vol. 1, No, 1, Maret 20017.

Hamka, Ayahku: Riwayat Hidup DR. H. Abdul Karim Amrullah dan Perjuangan Kaum Agama di Sumatera. Jakarta: Umminda, 1982.

Hans Kohn, Nasionalisme: Arti dan Sejarahnya, terj. Jakarta: Erlanggga, 1984.

Imran Jamil dan Haji Abdul Malik Karim, Peringatan (Verslag) dari Madjelis Permoesjawaratan 'Oelama Minangkabau ' membitjarakan 'Goeroe Ordonantie ' pada tanggal 19 Agustus 1928 dan 'Madjelis Permoesjawaratan 'Oelama' pada tanggal 4 November 1928 menerima Verslag Perdjalanan Oetoesan mehadap Toean Gouverneur Generaal. Fort de Kock: Boekhandel en Taman Poestaka "Sumatra Thawalib", 1928.

Leo Suryadinata, "Tjiri-Tjiri Chas Pergerakan Nasional Indonesia sebelum Perang", Makalah Seminar Na¬sional II 26-29 Agustus 1970 di Yogyakarta.

Lihat dalam Sartono Kartodirdjo, Perkembangan Peradaban Priyayi .Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1987.

Mailrapport, No. 870x/28, ANRI No. B/38

Mailrapport, No. 966x/28, ANRI, No. 9.

Mailrapport, No: 64x/28, ANRI No.9.

Mailrapport, No. 316x/29, ANRI No. 9.

Maillrapport no. 812/30, ANRI No.9.

Mailrapport, No. 227x/33, ANRI No. 29

Politiek Politionale Overzich van de Residen Sumatra Westkust 2de Kwartal 1930.

Staatsblad van Nederlandsch Indie No. 219, tahun 1925.

M.C.Ricklefs, Sejarah Indonesia Modern, terj. Dharmono Hardjowidjono. Jogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1993.

M.D. Mansoer (dkk), Sedjarah Minangkabau, Jakarta: Bhratara, 1970.

R.Z.Leirissa, Terwujudnya suatu Gagasan Sejarah Masyarakat Indonesia 1900-1950. Jakarta: Akademika Pressindo, 1985.

Robert van Niel, Munculnya Elit Moderen Indonesia, terj.Zahara D.Noer, (Jakarta: Pustaka Jaya, 1984), h. 51 dan Aqib Suminto, Politik Islam Hindia Belanda: Kantoor Voor Inlandsche Zaken, Jakarta: LP3S, 1985.

Sanusi Lathief, “Gerakan Kaum Tua Minangkabau”, Disertasi, (Jakarta: Fakultas Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah, 1988)

Sartono Kartodirdjo, Gerakan Ratu Adil. Jakarta: Sinar Harapan, 1984.

Sartono Kartodirdjo, Pembangunan Bangsa, Yogyakarta: Adutya Media, 1993.

Sartono Kartodirdjo, Pembangunan Bangsa. Yogyakarta: Aditya Media,1993).

Sidi Ibrahim Boechari, Pengaruh Timbal Balik antara Pendidikan Islam dan Pergerakan Nasional di Minangkabau. Gunung Tiga: Jakarta, 1981.

Taufik Abdullah, Schools and Politics: The Kaum Muda Movement in West Sumatra 1927-1933.Ithaca, New York: Cornell University, 1971.

Surat Kabar dan Majalah:

Medan Ra'jat, No. 2, 10 September 1932.

Medan Ra'jat, No. 9, 20 November 1932

Tjatja Soematra, No. 246, 25 Oktober 1928.

Tjaja Soematra, No. 259, 9 November 1928

Jurnal

Abdul Choliq Murod, “ Nasionalisme dalam Perspektif Islam”. Jurnal Sejarah Citra Lekha, vol. 16, No. 2, Agustus 2011.

Mifdal Zusran Alfaqi, “Memahami Indonesia Melalui Perspektif Nasionalisme, Politik Identittas, serta Solidaritas”. Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, vol. 28 No. 2, Agustus 2015.

Rengga Satria. “ Dari Surau Ke Madrasah: Modernisasi Pendidikan Islam di Minangkabau 1900-1930 M”. Tadris: Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 14 No. 2, 2019.

Rengga Satria. “Pembaruan Pendidikan Islam di Madrasah Tarbiyah Islamiyah Canduang”. Jurnal Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol. 6 No. 1, 2019.

Susmihara. “Islam dan Nasionalisme di Indonesia: Sebuah Tinjauan Sejarah”. Jurnal Rihlah, vol. 4, No.1, 2016.

Most read articles by the same author(s)