##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Abstract

The Ojhung tradition is a fighting art performed by two men in Batuputih using a whip in an open arena. In practice, this fighting art then transformed into a rain-calling ritual. This study aims to reveal the transformation of Ojhung from a fighting art into a rain-calling ritual, along with the meaning contain in it. This study employs a qualitative approach. The data will be analyzed using Clifford Geertz's interpretive theory. The results of the study indicate that Ojhung is a fighting art for Sumenep soldier training in the 12th century, led by the Singasari kingdom's dignitaries who were in Sumenep. When the Singasari dignitaries left Sumenep, Ojhung continued and developed into a rain-summoning ritual by the local people. In the process of interpretation of meaning, several elements are used, such as whips, music, offerings, time and place that represent their own symbolic meanings.

Keywords

traditions ojhung rain-summoning rituals

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Rodi, M., Herdiansyah Putra, R. ., & Rosadi, A. (2026). CONSTRUCTION OF RAIN-CALLING RITUALS: A CASE STUDY OF THE OJHUNG TRADITION IN BATUPUTIH DAYA, MADURA. Khazanah: Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan Islam, 16(1), 14–25. https://doi.org/10.15548/khazanah.v16i1.2447

##journal.references##

  1. Afandi, Dika. 2018. “Tradisi Ojung dalam Tinjauan Filsafat Nilai (Studi Kasus di Desa Aeng Merah
  2. Batuputih Sumenep Jawa Timur).” Skripsi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
  3. Ahmad, Sulthan, ‘Totem, Ritual Dan Kesadaran Kolektif: Kajian Teoritik Terhadap Pemikiran
  4. Keagamaan Emile Durkheim’, Al-Adyan: Journal of Religious Studies, 2.2 (2021), 153–61
  5. doi.org/10.15548/al-adyan.v2i2.3384>
  6. Azizah, Nyimas Zahratul, Sunkina Niswatin, and Desi Tri Wijayanti, ‘Titian : Jurnal Ilmu Humaniora
  7. Analisis Ritual “ Dhemar Kambheng ” Sebagai Representasi Spiritual Budaya Etnis Madura Di Desa
  8. Grujugan Lor Analysis of the " Dhemar Kambheng " Ritual as a Spiritual Representation of Ethnic
  9. Madurese Culture in the Village o’, 08.01 (2024)
  10. Azmi, Ullul, ‘Fase Dan Makna Simbol Ritual Badudus Dalam Novel “Lalu Tenggelam Di Ujung
  11. Matamu”: Kajian Antropologi Simbolik Victor Turner’, SeBaSa, 6.1 (2023), 135–46
  12. doi.org/10.29408/sbs.v6i1.13508>
  13. Badan Perwakilan Provinsi Jawa Timur. 2025. "Kabupaten Sumenep". https://jatim.bpk.go.id/
  14. kabupaten-sumenep/ diakses pada 28 Mei 2025.
  15. Bastin, Rohan. 2024. “Sacrifice, Sovereignty and The Dynamics of Struture and Anti-Structure.”
  16. Bouvier, Helene. 2002. "Lèbur: Seni Musik dan Pertunjukan dalam Masyarakat Madura." Vol. 14.
  17. Yayasan Obor Indonesia.
  18. Deha, Daniel, Aditya Nurmayani, Dea Nur Agustin, Elisabeth Kevina Swandaru, Sekolah Tinggi,
  19. Manajemen Pariwisata, and others, ‘RITUAL MISTIS DALAM TRADISI SUNDA WIWITAN ( Kajian
  20. Antropologi Agama )’, 1–11
  21. Dwi Irawan, Yofan, Anon Suneko, and I Ketut Ardana, ‘Mantra Musicalization: Cowongan Rituals Ideas
  22. for Creating Instruction Karawitan Compositions | Musikalisasi Mantra: Ritual Cowongan Sebagai Ide
  23. Penciptaan Komposisi Karawitan’, GHURNITA: Jurnal Seni Karawitan, 2.3 (2022), 180–91
  24. doi.org/10.59997/jurnalsenikarawitan.v2i3.1457>
  25. Firdaus, Sendy Pratama, Muhammad Ghifari Fardhana Bahar, and Basri Muhammad Ridwan
  26. Sangadji, ‘Menilik Budaya Carok Pada Masyarakat Madura Dalam Sistem Hukum Adat Di Indonesia’,
  27. Jurnal Hukum Lex Generalis, 2.3 (2021), 236–48
  28. Hafil, Ach Shodiqil, and Fahrul Rozi, ‘KONSTRUKSI MAKNA Malo DALAM KEHIDUPAN SOSIAL DAN
  29. BERAGAMA DI MADURA’, Empirisma, Vol. 30 No (2021), 105–20
  30. Palanta, Harlina, Irene Ludji, and Izak Y.M Lattu, ‘Ukiran ‘Passura’Toraja Sebagai Simbol Identitas
  31. Komunitas Kristen Di Buntao Kabupaten Toraja Utara: Perspektif Clifford Geertz’, Jurnal Basataka
  32. (JBT), 6.2 (2023), 296–309
  33. Pemerintahan Kabupaten Sumenep. 2025. "Mengintip Kegiatan Ritual Ojhung di Batuputih." https://
  34. www.sumenepkab.go.id/berita/baca/mengintip-kegiatan-ritual-ojung-di-kecamatan-batuputih
  35. diakses pada 26 Mei 2025.
  36. Pradana, Febryansah Gilang Aris, Asha Asha, Nurul Hidayat, Dwi Lorry Juniarisca, and Ali Imron,
  37. ‘Strategi Pengembangan Wisata Tradisi Ojhung Berbasis Sport Tourism Di Kabupaten Sumenep’,
  38. JOSSAE : Journal of Sport Science and Education, 5.2 (2020), 83 <https://doi.org/10.26740/
  39. jossae.v5n2.p83-93>
  40. Putri, Emilia Amanda, and Arie Yuanita, ‘Kepercayaan Dan Makna Simbolik Dalam Novel Kisah Tanah
  41. Jawa: Pocong Gundul (Kajian Interpretatif Clifford Geertz)’, 1, 2024
  42. Raditya, Ardhie, ‘Ojhung Di Atas Bukit: Budaya Magis Orang Madura Utara’, GHANCARAN: Jurnal
  43. Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 4.1 (2022), 1–20 <https://doi.org/10.19105/
  44. ghancaran.v4i1.6099>
  45. Respati, Yacobus Ari, and Jennifer Jennifer, ‘Seni Sebagai Media Penyaluran Emosi Bagi Remaja Yang
  46. Mengalami Burnout’, Focus, 5.1 (2024), 79–88 <https://doi.org/10.26593/focus.v5i1.8044>
  47. Rifai, Ahmad, Anas Ahmadi, and Ririe Rengganis, ‘Laki-Laki Madura Dalam Kumpulan Esai Madura
  48. Niskala Karya Royyan Julian Studi: Maskulinitas’, Jurnal Ilmiah Mandala Education, 8.3 (2022), 1894–
  49. <https://doi.org/10.58258/jime.v8i3.3542>
  50. Rijali, Ahmad, ‘Analisis Data Kualitatif’, Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17.33 (2018), 81–95
  51. doi.org/10.18592/alhadharah.v17i33.2374>
  52. Roni Ali Rahman, Husen Alfaruq, Siti Khoirun Nisak, and Ifan Ali Alfatani. 2025. “Simbolisme Dalam
  53. Kepercayaan dan Tradisi Suku Bajo Sapeken : Tinjauan Teori Clifford Geertz.”
  54. Setiyani, Annisa Indah, and Eko Sri Israhayu, ‘Wujud Dan Unsur Kebudayaan Upacara Penurun Hujan
  55. Dalam Naskah Drama Ujungan Karya Widiyono’, Suara Bahasa: Journal of Language and Literature
  56. Studies, 1.01 (2023), 25–36
  57. Syarifah, Nurus, and Zidna Zuhdana Mushthoza, ‘Antropologi Interpretatif Clifford Geertz: Stdui
  58. Kasus Keagamaan Masyarakat Bali Dan Maroko’, Humanis: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Dan Humaniora,
  59. 2 (2022), 65–74
  60. Wardi, I Nyoman, ‘Mitosis Dan Ritual Mohon Air Hujan Di Kawasan Pura Batukaru Kabupaten
  61. Tabanan-Bali: Perspektif Ekologi Budaya’, Bumi Lestari Journal of Environment, 23.2 (2023), 102
  62. <https://doi.org/10.24843/blje.2023.v23.i02.p11>
  63. Yulianti, Nefi, Ihda Nur Sabila, and Ahmad Arif Widianto, ‘Solidaritas Sosial Dalam Ritual Adat Siraman
  64. Sedudo Di Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk’, Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-
  65. Ilmu Sosial (JIHI3S), 2.10 (2022), 962–71 <https://doi.org/10.17977/um063v2i10p962-971>