##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Abstract

This study aims to examine the toponyms located in Pasaman and Tanah Datar Regencies based on the Tambo Tuanku Imam Bonjol Manuscript. This manuscript is an authentic historical record of important events in Minangkabau, particularly during the Padri War. The focus of this study is to identify toponyms in Pasaman and Tanah Datar Regencies based on their geographical location and their connection to archaeological remains. The method used in this study is a qualitative method with a descriptive-analytical approach, which includes data collection, data processing (analysis), interpretation, and drawing conclusions from the issues. The theory used refers to Agus Aris Munandar's theory, which is divided into three aspects: 1) The meaning of the place name, 2) The current existence of the location, 3) The role of contemporary culture. The results of the study indicate that there are 43 toponyms in Pasaman Regency and 11 toponyms in Tanah Datar Regency. Out of the 54 toponyms, only 9 were selected as the focus of the study. These toponyms are still in use today and are associated with the figure of Tuanku Imam Bonjol and the Padri War. This is also supported by contemporary archaeological remains in the areas mentioned in the manuscripts.

Keywords

Naskah Perang Padri Toponim Tuanku Imam Bonjol

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Lestari, D., Sunliensyar, H. H., & Wardoyo Adi, A. M. (2025). TOPONIMI DI WILAYAH PASAMAN DAN TANAH DATAR SUMATERA BARAT BERDASARKAN NASKAH TAMBO TUANKU IMAM BONJOL ABAD 19 MASEHI. Khazanah: Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan Islam, 15(2), 164–187. https://doi.org/10.15548/khazanah.v15i2.2387

##journal.references##

  1. Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
  2. Azra, Azyumardi. Surau: Pendidikan Islam Tradisional dalam Transisi dan Modernisasi. Ciputat: Logos
  3. Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman. (2025). Kabupaten Pasaman Dalam Angka. BPS Kabupaten Pasaman.
  4. Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanah Datar. (2024). Kabupaten Tanah Datar Dalam Angka. BPS Kabupaten Tanah Datar.
  5. Rachmadita, Amanda. (2024, September 9). "UNESCO Tetapkan Naskah dan Arsip Sejarah Indonesia Sebagai Memori Dunia".Historia. Diakses dari https://www.historia.id/article/unesco-tetapkan-naskah-dan-arsip-sejarah-indonesia-sebagai-memori-dunia-DpZqV
  6. Jorajo, A. D. (2022). Tuanku Rao Pahlawan dari lembah rao. Minangkabau Press.
  7. Joustra, M. (1923). Minangkabau: overzicht van land, geschiedenis en volk, Volume 1. S-Gravenhage: M. Nijhoff
  8. Juniarti, S. P., Nadra, & Darmawan, A. (2018). Toponimi Kawasan Penduduk di Kenagarian Tanjung Gadang Kecamatan Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung. 14(2), 1–14.
  9. Martamin, M. (1984). Tuanku Imam Bonjol (II). Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.
  10. Muhidin, R. (2021). Pemberian Nama Desa atau Kampung di Kabupaten Musi Rawas : Suatu Kajian Toponimi Daratan. Prosiding Seminar Nasional Linguistik Dan Sastra (SEMANTIKS), 563–576. https://jurnal.uns.ac.id/prosidingsemantiks
  11. Munandar, A. A. (2016). Toponimi dalam Kajian Akeologi. SEMINAR NASIONAL TOPONIMI “Toponimi Dalam Perspektif Ilmu Budaya,” 1–26.
  12. Mursidi, A., & Soetopo, D. (2021). Toponimi Kecamatan Kabaputen Banyuwangi Pendekatan Historis. Lakeisha.
  13. Mustofa, I. (2016). Jendela Logika dalam Berfikir : Deduksi dan Induksi sebagai Dasar Penalaran Ilmiah. EL-BANAT: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam, 6(2), 123–142.
  14. Pemerintah Kabupaten Pasaman. (2021, November 21). Peta Kabupaten Pasaman. Diakses dari https://www.pasamankab.go.id/halaman/peta-kabupaten-pasaman
  15. Pramono, Hidayat, A. T., & Chairullah. (2021). Terjemahan Naskah Kuno Tuanku Imam Bonjol. In Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat.
  16. Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah. (1978). Sejarah Daerah Sumatra Barat (pp. 61–75).
  17. Rahim, A., Sumarlan, S., & Rachman, A. (2022). Strategy of Universal War : Padri War in The Face of the Netherlands inMinangkabau in 1803-1838. International Journal of Research and Innovation in Social Science (IJRISS) |Volume, 6(1), 362–366.
  18. Setiawan, I. (2017). Tuanku Nan Renceh (1762-1832). Diakronika, 17(2), 118–141.
  19. Sunliensyar, H. H. (2020). Tanah, Kuasa, dan Niaga: Dinamika Relasi antara Orang Kerinci dan Kerajaan-Kerajaan Islam di Sekitarnya Abad XVI-XIX M. Perpusnas Press.
  20. Sunliensyar, H. H. (2024). Prasasti Tanduk dari Kerinci sebagai Sumber Sejarah Lokal Jambi. Penerbit Aksara Pena.