##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Abstract

This article will discuss the Islamic revival in the perspective of the conflict anotomy and the unchanging political identity of Minangkabau. The study is based on the fact that continuity and change in the transformation and model of Islamization of the Minangkabau society until the early 20th century - are never separated from conflict. He is still driven and controlled by the scholars. In realizing the mission of Islamization itself, in certain matters it has remained relatively influenced by Middle Eastern intellectual thinkers. Ulama are polarized to two poles; the first pole, those who maintain various traditions in society in order to maintain the establishment, namely the Old People. The second pole is the ulama who want to make changes to what already exists and applies in society, to something they consider and believe to be true, namely the Youth.


To analyze this, the research method used in this study is library research, using content analysis. By using a variety of literature (literature), in the form of books, notes, and research reports from previous studies, this study will describe in more detail about the themes discussed.


In this study, the anatomy of conflict in the Islamic revivalis in the Minangkabau society is seen from three main elements: conflict structure, conflict actors, and conflict dynamics. The Islamic revival of Minangkabau that has occurred in its long history can be divided into two categories, revival in the form of purity (reformism) and the awakening of Islam in the form of renewal (modernization). The conflict in the Islamic revival within the framework of Minangkabau cultural identity is based on the socio-psychological conditions in which the Minangkabau people are always in turmoil because in it the philosophical teachings are "alam takambang menjadi guru", basabab bakarono, bakarano bakajadian.”

Keywords

Islamic Revival Anatomy of Clinic Cultural Identity

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Sanusi, I. (2020). KEBANGKITAN ISLAM MINANGKABAU: Analisis terhadap Anatomi konflik dan Politik Identitas Kultural Masa Lalu. Tabuah, 24(2), 148–165. https://doi.org/10.37108/tabuah.v24i2.354

##journal.references##

  1. Abdullah, Taufik, Islam dan Masyarakat: Pantulan Sejarah Indonesia, Jakarta: LP3ES, 1987
  2. Abdullah, Taufik, Islam di Indonesia, Jakarta: Tintamas, 1973
  3. Aceh, Abu Bakar, Salaf: Islam dalam Masa Murni, Solo: Ramadhani: 1986), cet. ke-2
  4. Alfian, Pemikiran dan Perubahan Politik Indonesia, Jakarta: Gramedia, 1992
  5. Anis, Ibrahim, al-Mu’jam al-Wasith, Kairo: Dar al-Nadhah, tt.
  6. Arikunto, Suharsimi, Manajemen Penelitian, Jakarta: Rieneka Cipta, 1995, Cet ke-3
  7. Azra, Azyumardi, Islam Reformis: Dinamika Intelektual dan Gerakan, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1999
  8. Azra, Azyumardi, Pergolakan Politik Islam: dari Fundamentalisme, Modernisme hingga Post Modernisme, Jakarta: Paramadina, 1996
  9. Bakker, Anton, dan Achmad Charris Zubair, Metodologi Penelitian Filsafat Yogyakarta: Kanisius,1990
  10. Dobbin, Cristene, Kebangkitan Islam dalam Ekonomi Petani Yang Sedang Berubah: Sumatera Tengah 1784-1847, Jakarta: INIS, 1992
  11. Esposito, John L., Dinamika Kebangunan Islam: Watak, Proses dan Tantangan, Jakarta: Rajawali, 1987
  12. Hadi, Sutrisno, Metodologi Research, Yokyakarta: Rake Sarasin,t.th
  13. Harun, Maidir, “Islam dalam Budaya Minangkabau”, dalam Komaruddin Hidayat dan Ahmad Gaus Af (ed.), Menjadi Indonesia: 13 Abad Eksistensi Islam di Bumi Nusantara, Bandung: Mizan dan Yayasan Festival Istiqlal, 2006
  14. Hasan, M Iqbal, Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya, Jakarta: Ghalia Indonesia, 2002
  15. Hidayat, Komaruddin, Menafsirkan Kehendak Tuhan, Jakarta: Teraju, 2004, cet. ke-2
  16. Kahn, Joel S., Minangkabau Social Formations Indonesian Peasants and The World-Economy, New York: Cambridge University Press, 1980
  17. Ma’luf, Lois, al-Munjid fi la Lughah al-‘Arabiyah al-Mu’ashirah, Beirut:Dar al-Syarq, 2001
  18. Madjid, Nurcholish, Islam Kemodernan dan Keindonesiaan, Bandung: Mizan, 1998, cet. ke-11
  19. Mannhem, Karl, Sosiologis Sistematis,Terj. Alimandan, Jakarta: Bina Aksara, 1987
  20. Mansoer, M. D., et. al., Sedjarah Minangkabau, Jakarta: Bharata, 1970
  21. Moleong, Lexy J., Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004, Cet ke-20
  22. Muzaffar, Chandra, “Kebangkitan Kembali Islam: Tinjaun Global dengan Ilustrasi dari Asia Tenggara”, dalam Taufik Abdullah dan Sharon Siddique, (ed.), Tradisi dan Kebangkitan Islam di Asia Tenggara, Jakarta: LP3ES, 1989
  23. Nasroen, M., Dasar Adat Falsafah Minangkabau, Djakarta: Bulan Bintang, 1971, cet. ke-2
  24. Nasution, Harun, et. al., Ensiklopedi Islam Indonesia, Jakarta: Djabatan, 1992
  25. Nasution, Harun, Pembaharuan dalam Islam Sejarah Pemikiran dan Gerakan Jakarta: Bulan Bintang, 2003, cet. ke-13
  26. Nasution, Harun, Teologi Islam: Aliran-aliran Sejarah Analisa Perbandingan, Jakarata, UI-Press, 2008
  27. Navis, A. A., Alam Takambang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau, Jakarta: Grfiti Pers, 1984
  28. Navis, A. A., Alur Kebudayaan dalam Tingkah Laku Gerakan Politik di Minangkabau, dalam A. A. Navis, Dialektika di Miangkabau dalam Kemelut Sosial dan Politik, (Padang: Genta Singgalang Press, 1983
  29. Nazir, Moh., Metode Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia, 1988, cet. ke-3,
  30. Noer, Deliar, Deliar Noer, Gerakan Moderen Islam di Indonesia 1900-1942, Jakarta: LP3ES, 1985
  31. Parve, H. A. Steijn, “Kaum Padari (Paderi) di Padang Darat Pulau Sumtera”, dalam Taufik Abdullah, (ed.), Sejarah Lokal di Indonesia, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2005, cet. ke-5
  32. Rais, Zaim, “Respon Kaum Tuo Minangkabau terhadap Gerakan PembaharuanIslam”, dalam Dody S. Truna dan Ismatu Ropi (ed.), Pranata Islam di Indonesia:Pergulatan Sosial, Politik, Hukum, dan Pendidikan, Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 2002
  33. Rais, Zaim, “Respon Kaum Tuo Minangkabau terhadap Gerakan Pembaharuan Islam”, dalam Dody S. Truna dan Ismatu Ropi (ed.), Pranata Islam di Indonesia: Pergulatan Sosial, Politik, Hukum, dan Pendidikan, Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 2002
  34. Sanusi, Ihsan, Ilmu Kalam: Usaha Memahami Aqidah Secara Konprehensif, Batusangkar: STAIN Batusangkar Press, 2012
  35. Schrieke, B.J.O., , Pergolakan Agama di Sumatera Barat Sebuah Sumbangan Bibliografi, Terj. Soegarda Poerbakawatja, Jakarta: Bhratara, 1973
  36. Shidiqi, Nourouzzaman, Tamaddun Muslim: Bunga Rampai Kebudayaan Muslim, Jakarta: Bulan Bintang, 1986
  37. Sjadzali, Munawir, Islam dan Tata Negara: Ajaran, Sejarah dan Pemikiran, Jakarta: UI-Press, 1993), edisi ke-5
  38. Sjamsuddin, Nazaruddin, Pemberontakan Kaum Republik: Kasus Darul Islam Aceh, Jakarta: Grafiti, 1990
  39. Subagyo, P.Joko, Metode Penelitian dan Praktek, Jakarta: Rhineka Cipta, 1991
  40. Surahmad, Winarno, Dasar dan Tehnik Research Pengantar Metodologi Ilmiah, Bandung: Tarsito, t.th
  41. Tim Penyusun Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta: Pusat Bahasa, 2008
  42. Yunus, Mahmud, Keringkasan Sedjarah Islam di Minangkabau, Jakarta: Al-Hidayah, 1971
  43. Zahrah, Imam Muhammad Abu, ‘Aliran Politik dan Aqidah dalam Islam, Jakarta: Logos, 1996
  44. Zed, Mestika, Metode Penelitian Kepustakaan, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2004