Main Article Content

Abstract

Rakyat Turki dikenal memiliki kecintaan yang sangat besar kepada tanah airnya. Dan hal ini sangat mudah dijumpai di Turki, dengan simbol dan perilaku sosial yang dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja, bendera Turki yang bisa dijumpai di masjid, rumah, restoran, mobil, bus, kereta, kapal laut, sekolah, universitas, hotel, kantor-kantor pemerintahan dan swasta. Juga taman-taman kota yang selalu memberikan ruang khusus untuk tiang bendera Turki bersama patung sang pendiri Republik Turki, Mustafa Kemal Atatürk. Satu frasa yang sangat terkenal dan populer di Turki adalah Ne Mutlu Türküm Diyene (NMTD, Betapa bahagianya seorang yang menyebut dirinya aku orang Turki). Frasa tersebut sebenarnya diambil dari kutipan pidato Mustafa Kemal Atatürk pada 29 Oktober 1933 yang menandai 10 tahun kemerdekaan Turki. Semboyan ini pada umumnya digunakan sebagai cara untuk mempertegas identitas sebagai seorang Turki. Pada sisi lainnya, juga dijumpai masalah rasial perihal frasa tersebut, karena dianggap tidak mengakomodir kelompok identitas lain yang hidup di Turki. Selain itu, secara umum orang Turki tetap berprinsip bahwa semboyan tersebut adalah medium untuk bertanggungjawab dan melampaui rasa cinta tanah air (Nasionalisem) dengan tujuan membawa Turki lebih maju dan kuat dalam segala bidang. 

Keywords

Mustafa Kemal Atatürk Ne Mutlu Türküm Diyene Turki, Nasionalisme

Article Details

How to Cite
Syahadha, F. . (2020). Nasionalisme, Sekularisme di Turki. Tabuah, 24(1), 1-14. Retrieved from https://rjfahuinib.org/index.php/tabuah/article/view/268

References

    Al Attas Syed, 1981, Islam dan Sekularisme, Bandung, Pustaka
    Akifahadi Labib Syauqi, Pengaruh Modernisasi di Turki terhadap Penafsiran
    Bediuzzaman Said Nursi, Pusat Kajian Kawasan Asia Timur (PUKKAT), UIN Syarif Hidayatullah
    Ali Mukti Ali, 1994, Islam dan Sekularisme di Turki, Jakarta, Penerbit Djambatan
    Abdullahi An-Na’im, 2007, Islam dan Negara Sekular, Bandung, Mizan
    Al Attas Syed, 1981, Islam dan Sekularisme, Bandung, Pustaka
    Al-Qardhawi Yusuf, 2006, Islam dan Sekularisme diterjemahkan dari buku: AlIslam wal Ilma?niyah wajhan lil wajhin, Bandung, Pustaka Setia, cet.I
    Aliyah Zainal Nur, 2016, Analisis Tentang Dekemalisasi Di Turki Pasca Ataturk, Makasar, Jurnal Politik ProfetikVolume 04, No. 1
    Fadhli R Hadza, 2017, Turki Yang Tak Kalian Kenal!, Yogyakarta, IRCiSoD
    H. Karpat Kemal, Turkish Democracy at Impasse : Ideology, Party Politics and the Third Military Intervention dalam Syafiq Mughni (ed.), An Antology of Contemporary Middle Eastern History, Quebec : Conundrum Press
    Isputaminingsih, Sejarah Islam: Kasus Sekularisme Turki, FKIP Universitas Sriwijaya
    Iqbal Ahmad, 2010, Perang-Perang Paling Berpengaruh di Dunia, Yogyakarta, Yogyakarta Bangkit Publisher
    Kasmuri, 2014, Fenomena Sekularisme, Surakarta: Jurusan Tafsir Hadis dan Akidah Filsafat IAIN Surakarta
    Lembaga Pengakajian dan Penelitian WAMI, 1995, Gerakan Keagamaan dan Pemikiran (Akar Ideologis dan Penyebarannya), Jakarta:Al-Ishlahy Press, cet.I
    Mustofa Imron, Turki Antara Sekularisme dan Aroma Islam; Studi atas Pemikiran Niyazi Berkes, SekolahTinggi Agama Islam YPBWI Surabaya
    Pardoyo, 1993, Sekularisasi dalam Polemik, Jakarta, Pustaka Utama Grafiti
    Qutb Muhammad, 1986, Ancaman Sekularisme; Sebuah Perbincangan Kritis Belajar dari Kasus Turki, Yogyakarta, Shalahuddin Press
    Romein J.M., 1951, Aera Eropa, Peradaban Eropa Sebagai Penyimpangan dari Pola Umum, Ganaco, Bandung Jakarta-Amsterdam
    Solihin M, 2007, Perkembangan Pemikiran FIlsafat dari Klasik hingga Modern, Bandung, CV. Pustaka Setia
    Sani Abdul, Lintasan Sejarah Pemikiran: Perkembangan Modern Dalam Islam, Jakarta, PT Raja Grafindo Persada
    Thohir Ajid, 2004, Perkembangan Peradaban di Kawasan Dunia Islam, Melacak Akar-Akar Sejarah, Sosial, Politik, dan Budaya Umat Islam, Jakarta, PT. RajaGrafindo Persada
    Zürcher Erick J, 2003, Sejarah Modren Turki Penerj. Karsidi Diningrat R., Jakarta, Gramedia Pustaka Utama
    Sejak 1960, Militer kerap Melakukan kudeta http://internasional.kompas.com/read/2016/07/16/09532431/sejak.1960.militer.turki.sudah.kerap.menggelar.kudeta diakses pada 16 Juli 2016