Main Article Content

Abstract

Pembahasan tentang Rumah Gadang Tiang Panjang sengaja dipaparkan dalam tulisan ini dengan tujuan untuk menambah cakrawala pembaca bahwa terdapat sebuah Rumah Gadang sebuah Peninggalan Kerajaan Sungai Dareh yang berada di Kabupaten Dharmasraya yang memiliki beragam keunikkan yang berbeda dengan rumah gadang yang diketahui selama ini. Rumah gadang ini diberinama Rumah Gadang Tiang Panjang karena tiang penyanggayang di letakkan horizontal di dinding rumah gadang tersebut terbuat dari kayu yang sangat panjang dan dipasang tanpa ada penyambung sama sekali. Jika dilihat tiang penyangga tersebut seperti hanya ditempel di dinding rumah gadang. Jenis penulisan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarahya itu deskriptif naratif (kualitatif) yakni memberikan gambaran dan penjelasan tentang Rumah Gadang Tiang Panjang Peninggalan Kerajaan Sungai Dareh. Sumber primer dalam penelitian ini yaitu Rumah Gadang Tiang Panjang itu sendiri. Penulis juga melakukan wawancara dengan keturunan dari Kerajaan Sungai Dareh dan beberapa masyarakat. Selain melakukan wawancara penulis juga turun langsung ke lapangan. Adapun hasil penelitian ini adalah Rumah Gadang Tiang Panjang Peninggalan Kerajaan Sungai Dareh tidak hanya memiliki berbagai macam keunikan namun juga memiliki berbagai macam bentuk permasalahan didalamnya. Permasalahan tersebut seperti terjadinya perubahan fungsi atau kegunaan serta terjadinya perubahan pada bentuk atau bahan bangunan dari rumah gadang tiang panjang

Keywords

Rumah Gadang Tiang Panjang

Article Details

How to Cite
Deslira Wardani, Muslim, K. L., & Darul Ilmi. (2020). Rumah Gadang Tiang Panjang Peninggalan Kerajaan Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya (Tinjauan Historis Arkeologis). Tabuah, 24(1), 75-90. Retrieved from https://rjfahuinib.org/index.php/tabuah/article/view/267

References

    Buku
    Sudarman. 2014. Sejarah Indonesia. Yogyakarta: Cahaya Hikmah.
    Hakim, Lukmanul. 2017. Historiografi Islam. Jakarta: Gramedia.
    Hidayat, Ahmad Taufik. 2016. Naskah Minangkabau. Bandung: Mizan.
    Abdurahman Dudung, (1999). Metode Penelitian Sejarah. Jakarta: PT Logos Wacana
    Ajisman dan Efrianto, (2010). Sejarah Kerajaan-kerajaan di Dharmasraya. Padang: BPSNT
    Akbar Ali, (2010). Arkeologi Masa Kini. Jatinangor: Alqaprint
    Asnan Gusti, (2017). Perkembangan dan Perubahan Rumah Gadang
    Nagari Kinari: Dari Aspek Sejarah. Padang: BPNB
    Efrianto, (2017). Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya. Padang: BPSNT Hasanadi, (2012). Mahakarya Rumah Gadang Minangkabau. Padang: BPSNT
    Hakimy Idrus, (1978). Rangkaian Mustika Adat Basandi Syarak di Minangkabau. Bandung: Vc Rosda.
    Hasan Hasmurdi, (2004). Ragam Rumah Adat Minangkabau Falsafah, Pembangunan dan Kegunaan. Jakarta: Yayasan Citra Pendidikan Indonesia
    Mutia Riza, (2005). Rumah Gadang 20 Ruang di Lusit Air. Padang:
    Museum Adityawarman.Ilham Muhammad, (2002). Pengantar Arkeologi. Jakarta: Hikmah Press. Mutia Riza, (2005). Rumah Gadang 20 Ruang di Lusit Air. Padang: Museum Adityawarman.
    Navis A. A, (1948). Alam Takambang Jadi Guru Adat Budaya Minangkabau. Jakarta: Grafiti Press.
    Paluseri Dermawan Dais, (2015). Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Penetapan Tahun 2013. BPNB.
    Shamad A. Irhas, (2003). Ilmu Sejarah Perspektif Metodologis dan Acuan Penelitian. Jakarta: Hayfa Press.
    Suarman, (2008). Adat Minangkabau Nan Salingkah Hiduik. Solok
    Sjamsuddin Helius, (2012). Metode Penelitian Sejarah. Yogyakarta: Ombak

    Skripsi
    Maria Indra Ovita, (2010). Rumah Gadang Mandeh Rubiah (Tinjauan Historis Arkeologis). UIN Imam Bonjol Padang.