Main Article Content

Abstract

Rumah tradisional yang terdapat di Sumatera umumnya berbentuk kolong atau berpanggung. Salah satu  rumah panggung yang terdapat di Sumatera yaitu rumah tradisional Jambi dan rumah tradisional Riau. Rumah panggung yang terdapatdi Jambi salah satunya berada di Desa Tanah Periuk  di Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas. Rumah ini berbentuk kolong dan badannya hampir menyerupai lengkungan perahu dan terdapat bagian sisi ujung kiri dan kanan badan terdapat motif hias sulur-suluran yang hampir menyerupai buritan dan haluan perahu. Sedangkan rumah tradisional di Riau  salah satunya terdapat di Desa Rokan Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto.Rumah tersebut berbentuk memanjang dan bagian ujung sisi kiri dan kanan badan rumah terdapat motif hias sulur-suluran yang menyerupai buritan dan haluan perahu. Kedua rumah tradisional pada dua wilayah yang berbeda dilakukan kajian komparatif yang terdiri dari komparatif secara morfologi, komparatif sejarah dan komparatif analisis kebudayaan. Selanjutnya data komparatif analisis tersebut dimasukkan ke tahapan interpretasi. Dari proses analisis data dengan pendekatan arkeologi arsitektural, dapat disusun suatu hipotesa, bahwa arsitktur tardisonal dikedua tempat dipengaruhi oleh tiga akar kebudayaan; yakni religi, tradisi, dan corak hidup maritime dan agraris.

Keywords

Rumah Perahu Komparatif Arkeologi

Article Details

How to Cite
Sadzali, A. M., & Kana Hilman, R. (2019). ARSITEKTUR RUMAH PERAHU; KAJIAN KOMPARATIF RUMAH PERAHU MUARA BUNGO DENGANRUMAH TINGGI ROKAN HULU. Majalah Ilmiah Tabuah : Ta`limat, Budaya, Agama Dan Humaniora, 114-128. https://doi.org/10.37108/tabuah.vi.239

References

  1. Ekomadyo, Agus S. 2003. Kayu Arra: Simbol Pohon Hayat Masyarakat Lampung Dan Transformasi Arsitekturnya, Kasus: Perancangan Landmark Lampung Di Bakauheni., Makalah Dipresentasikan Dalam Simposium Internasional Jelajah Arsitektur Nusantara 2 (Sijan 2). Institut Teknologi Medan. Berastagi.
  2. Hasbullah. 2015. Dialektika Islam Dalam Budaya Lokal: Potret Budaya Melayu Riau. UIN Sultan Syarif Kasim. Riau.
  3. Herusatoto, Budiono. 2008. Simbolisme Dalam Budaya Jawa. Jakarta: Hanindita.
  4. Kartini, Ayu. 2014. Analisis penerapan ornamen bernuansa melayu ditinjau dari bentuk dan warna di Kota Medan (skripsi). Universitas Negeri Medan.
  5. Knowladge, Nusantara. 2007. Arsitektur Nusantara: Arsitektur Tradisional Palembang, Jambi Dan Riau. Denpasar
  6. Miskaningsih. 2017. Makna Simbolis Ornamen Pada Bangunan Utama Vihara Avaloktesvara Di Kawasan Banten Lama (Skripsi). Universitas Negeri Yogyakarta.
  7. Mulyadi, Yadi. 2016. Kemaritiman, Jalur Rempah dan Warisan Budaya Bahari Nusantara. Universitas Hasanudin. Berkas pdf.
  8. Noble G Allen. 2007. Traditional Buildings: A Global Survey of Structural Forms and Cultural Functions. New York: Palgrave Macmillan, a division of St Martin’s Press.
  9. Noerwidi, Sofwan. 2014. Proses Kolonisasi Bangsa Austronesia di Kawasan Maluku Utara. Universitas Gadajah Mada.
  10. Pratiwi ,Citra ayu. 2017. Harai: Telaah Konsep Religi Koentjaraningrat. Universitas Airlangga. Jurnal Japanology, Vol 5, No 2 Maret-Agustus 2017. Surabaya.
  11. Prihatin , Purwo. 2007. Seni Ornamen Dalam Konteks Budaya Melayu Riau. Jurnal Pengetahuan dan Pemikiran Seni. Riau.
  12. Riany,Meta dkk. 2014. “Kajian Aspek Kosmologi-Simbolisme Pada Arsitektur Rumah Tinggal Vernakular di Kampung Naga”. Jurnal Reka Karsa Vol. 2 No.4 Desember .2014.
  13. Sari, Fillia Mutiara dan Dhani Mutiari. 2014.”Perbandingan Rumah Tinggal Tradisional Jawa dan Rumah Tinggal Modern di Surakarta”. Jurnal Sinetika Vol. 14 No. 2. 2014.
  14. Suharjanto, Gatot. 2014. “Konsep Arsitektur Tradisional Sunda Masa Lalu Dan Masa Kini”. Jurnal ComTech Vol. 5 No.1. 2014.
  15. Sungkowo, Bambang. 2008. Peran ragam hias tradisional melayu riau pada desain produk kerajinan kayu di Pekanbaru. Jurnal vol 2. Universitas Negeri Padang.
  16. Susannawaty, Anne. 2008. Kajian Bentuk Dan Makna Simbolik Figurin Gerabah Majapahit: Periode Hayam Wuruk 1350-1389 Masehi. Jurnal Vol 2. 123-140. Institut Teknologi Bandung.
  17. Sutrisna, Deni dan Ery Soedewo. 2004. Laporan Penelitian Arkeologi, di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.
  18. Syarif Moeis. 2008. Religi Sebagai Salah Satu Identitas Budaya (Tinjauan Antropologis Terhadap Unsur Kepercayaan Dalam Masyarakat) Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.
  19. Thamrin, Husni. 2017. Enkulturasi dalam Kebudayaan Melayu. UIN Sultan Syarif Kasim. Riau.
  20. Tondi , Muhammad Lufika Dan Sakura Yulia Iryani. 2018. Nilai Dan Makna Kearifan Lokal Rumah Tradisional Limas Palembang Sebagai Kriteria Masyarakat Melayu. Vol 5. No 1. Langkau Betang.
  21. Tjahjono, Gunawan. 2002. Indonesia Heritage: Arsitektur. Jakarta: Buku Antar Bangsa.
  22. Ulum, Bahrun. 2015. Politik Hukum Islam Melayu Jambi Adat Besendi Syarak, Syarak Besendi Kitabullah Dan Hubungannya Dengan Upaya Kontekstualisasi Hukum Islam Di Jambi. Dalam Vdocument.
  23. Umar, Muhammad Zakaria. 2016. “Koeksistensi Konsep Makna Simbolik Rumah Tradisional Buton (Rumah Kaum Maradika) Dengan Kantor BKDD di Kota Baubau”. Jurnal Ilmiah Mustek Anim Ha Vol. 5 No. 1 April 2016.
  24. Wawancara. Bapak Alex (Kepala Desa) Rumah Tinggi Rokan Koto Ruang. 28 Maret 2019.
  25. Wawancara. Bapak Iskandar Rumah Perahu Tanah Periuk. 15 Februari 2019.
  26. Wawancara. Bapak Lukman Rumah Perahu Tanah Periuk. 15 Februari 2019.
  27. Wawancara. Bapak Samsisani Rumah Tinggi Rokan Koto Ruang. 28 Maret 2019.
  28. Wawancara. Bapak Untung Rumah Tinggi Rokan Koto Ruang. 28 Maret 2019.
  29. Wawancara. Datuk Rio Helmi (Kepala Desa) Desa Tanah Periuk. 15 Februari 2019.
  30. Wawancara. Ibu Khadijah Rumah Perahu Tanah Periuk. 16 Februari 2019.
  31. Wawancara. Ibu Sri Marlina (Juru Pelihara) Rumah Tinggi Rokan Koto Ruang. 28 Maret 2019.