Main Article Content

Abstract

Masyarakat Kerinci sebelum kedatangan Belanda mempunyai dua pola kepmimpinan yaitu kaum adat dan ulama, mereka mempunyai peran signitifikan di tengah masyarakat Kerinci dalam menyusun serta menerapkan peraturan-peraturan yang ada. Kedatangan Kolonialisme ke Kerinci dianggap merusak struktur dan tatanan masyarakat, sehingga kaum adat dan ulama melakukan pergerakan anti penjajahan dengan berbagai bentuk dan pola perlawanan. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif analisis, dengan temuan bahwa perlawanan kaum adat dipimpin oleh Depati Parbo dengan strategi bergerilya dan membangun benteng di berbagai tempat di wilayah kerinci dengan dibantu oleh depati yang lainnya. Komunikasi yang intens antar Depati dilakukan oleh kaum adat dalam membentuk pertahanan. Sedangkan perlawanan ulama dipimpin oleh H. Ismael di Pulau Tengah, perlawanan kaum ulama menggunakan justifikasi agama dengan menjadikan masjid Keramat sebagai poros utama dan pusat pergerakan perlawanan terhadap Belanda, strategi yang digunakan adalah perang secara terbuka dengan mendirikan benteng di berbagai titik di Pulau Tengah.

Keywords

Pola Perlawanan, kaum adat, ulama, Kerinci

Article Details

How to Cite
Mirdad, J., & Nofrianti, M. (2019). POLA PERLAWANAN KAUM ADAT DAN ULAMA DI KERINCI DALAM MENGHADAPI KOLONIALISME BELANDA. Majalah Ilmiah Tabuah : Ta`limat, Budaya, Agama Dan Humaniora, 168-179. https://doi.org/10.37108/tabuah.vi.219

References

  1. Adas, Michael, (pent) M. Tohir Effendi. 1998. Ratu Adil “Tokoh dan Gerakan Milinarian Menentang Kolonialisme Eropa”. Jakarta: Rajawali.
  2. Aken, A. Ph. van. 1915. Catatn Mengenai Afdeling Kurinci, dalam Biro Ensiklopaedi, Laporan Biro untuk Urusan Pemerintahan Dari Daerah Sebarang Lautan, Terbitan VIII.
  3. Ambtelijke Advieger Van C. Snouck Hurgronje 1889-1936, Uitgegaven Door E. Gobes er C. Adriaanse, Jilid III ‘s Gravenhage 1965. Diterjemahkan oleh: Mr. Concrad Williyam Watson dari Universitas Kebangsaan Malaysia, 30 April 1975
  4. Asnan, Gusti. 2007. Dunia Maritim Pantai Barat Sumatera. Jogjakarta: Ombak.
  5. Dasiba, dkk. Sejarah Perjuangan Rakyat kerinci Mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia 1945-1949). Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Kerinci. 2004.
  6. Harkantinigsih, Naniek. 2014. Pengaruh Kolonial di Nusantara. KALPATARU, Majalah Arkeologi Vol. 23, No. 1.
  7. Iskandar, Mohammad dan Achmad Fauzia, Islam dan Kolonialisme, dalam Ensiklopedia Tematis Dunia Islam Asiatenggara. Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve.
  8. Jauhari, Budhi Vrihaspathi. “Perkembangan Islam di Kerinci”, dalam https://kerincitime.co.id/perkembangan-islam-di-alam-kerinci.html, diakses tanggal 24 September 2019.
  9. Jauhari, Budhi Vrihaspathi dan Eka Putra. 2012. Senarai Sejarah Kebudayaan Suku Kerinci, Sungai Penuh: Bina Potensia Aditya Mahatya Yodha Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi.
  10. Jauhari, Budhi Vrihaspathi dan Suhatman Jaya. 2012. Kerinci Menyimpan Peninggalan Pusaka. Sungai Penuh: Bina Potensia Aditya Mahatya Yodha Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi.
  11. Madjid, M. Dien dan Johan Wahyudi. 2018. Local Resistence in Kerinci in the 20th Century: Depati Parbo and the People’s Struggle Against the Power of the Dutch East Indies (A Study of Archives and Oral History). TAWARIKH: International Journal for Historical Studies. Volume 9, No. 2.
  12. Mirdad, Jamal. 2019. Masjid Sebagai Pusat Perlawanan Terhadap Kolonialisme Belanda (Studi Kasus: Masjid Keramat Pulau Tengah Kerinci). Tsaqofah & Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam. Volume 4. No. 1.
  13. Nasution, A.H. 1984. Pokok-pokok Gerilya: dan Pertahanan Republik Indonesia di Masa lalu dan yang Akan Datang, Bandung: Angkasa.
  14. Putra, Eka. (tt). Adat Budaya Kerinci, Sungai Penuh: ADZKI Printing.
  15. Scoot, James C. 1981. Moral Ekonomi Petani, Pergolakan dan Subsistensi di Asia Tenggara, Jakarta: LP3ES
  16. Sumbulah, Umi. 2006. Agama, Kekerasan dan Perlawanan Ideologis. Islamica Jurnal Studi Keislaman”, vol1, nomor 1.
  17. Tim Peneliti. 1972. Depati Parbo. Sungai Penuh: Pemerintah Daerah Kerinci.
  18. Van Bruinessen, Martin. 1992. Tarekat Naqsabandiyah di Indonesia. Bandung: Mizan.
  19. Wahyudi, Johan. 2017. Perlawanan Depati Parbo di Mata Kolonialisme Belanda di Kerinci: Suatu Kajian Sejarah Lokal. Tamaddun, Volume. 5, No. 1.
  20. Wignjodiporo, Soerojo. 1990. Pengantar dan Asas-Asas Hukum Adat, Jakarta: PT. Toko Gunung Agung.
  21. Yakin, Rasyid. 1986. Menggali Adat Lama Pusaka Usang di Alam Sakti Kerinci, Sungai Penuh: CV Andalas.
  22. Zakaria, Iskandar. 1985. “Tambo Sakti Alam Kerinci III”. (Tidak Diterbutkan).