##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Abstract

This research raises the issue of women in the manuscript by Usman bin Yahya entitled Periyasan Bagus. This research to depict Betawi women in the 19th century. To reveal the contents of the manuscript text, the first step is to read the manuscript and translate. Then proceed with analyzing the structure of the content using a mimetic approach which produces isotopy and a psychological approach regarding women's self-image using Satoto' theory (1994). The results obtained show that the Periyasan Bagus manuscript depicts women in psychological aspects and social aspects. The psychological image of Betawi women depicted in the PB text is Betawi women who say dzikir and Betawi women who always guard or observe prayers. Meanwhile, the image of women in the social aspect is that of Betawi women who behave well, guard their words and sweeten their views both towards their parents and husband.

Keywords

Kata Kunci: citra perempuan, filologi, periyasan bagus

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Dania, D., Kosasih, A., Ikhwan, I., & Ma’mun, T. N. . (2024). CITRA PEREMPUAN BETAWI DALAM NASKAH PERIYASAN BAGUS KARYA USMAN BIN YAHYA. Majalah Ilmiah Tabuah: Ta`limat, Budaya, Agama Dan Humaniora, 28(1), 28–43. Retrieved from https://rjfahuinib.org/index.php/tabuah/article/view/1320

##journal.references##

  1. Ahdiah, I. (2013). Peran-peran perempuan dalam masyarakat. 05(02), 1085–1092.
  2. Al-Qur’an dan Terjemahannya. (2016). Kementerian Agama RI.
  3. Anggraeni, D., Hakam, A., Mardhiah, I., & Lubis, Z. (2019). Membangun Peradaban Bangsa Melalui Religiusitas Berbasis Budaya Lokal (Analisis Tradisi Palang Pintu Pada Budaya Betawi). Studi Al-Qur’an, 15(1), 95–116.
  4. Apriliandra, S., & Krisnani, H. (2021). Perilaku Diskriminatif Pada Perempuan Akibat Kuatnya Budaya Patriarki Di Indonesia Ditinjau Dari Perspektif Konflik. Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 3(1), 1. https://doi.org/10.24198/jkrk.v3i1.31968
  5. Aritonang, B. D. (2022). Motif dan Isotopi dalam Puisi Ame Ni Mo Makezu. 1, 356–361.
  6. Ash Shiddieqy, H. (1993). Pedoman Dzikie dan Do’a.
  7. Greimas, A. . (1983). “Structural Semantics:An Attempt at a Method” terjemahan Ronald Schleifer. London: University of Nebraska Press.
  8. Gunawan, R., Suyitno, S., & Supriyadi, S. (2019). Aspek-Aspek Sosial Novel Rantau 1 Muara Karya Ahmad Fuadi. Widyaparwa, 47(1), 80–91. https://doi.org/10.26499/wdprw.v47i1.189
  9. Hana, L. (2018). Impak Desain Mainan Untuk Anak Pada Kesetaraan Gender. Jurnal Studi Desain, 1(2), 32–36. https://journals.an1mage.net/index.php/ajsd
  10. Haryanto, R. (2015). Dzikir: Psikoterapi Dalam Perspektif Islam. AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial, 9(2), 338–365. https://doi.org/10.19105/al-lhkam.v9i2.475
  11. Hayati, A. M. U. (2020). Shalat Sebagai Sarana Pemecah Masalah Kesehatan Mental (Psikologis). Spiritualita, 4(2). https://doi.org/10.30762/spr.v4i2.2688
  12. Heiba, R. G. (2015). Wanita Ideal dalam A-Qur’an (Kajian terhadap QS. An-Nisa’ [4]: 34, Al-Ahzab [33]: 35, dan An-Nur [24]: 31). Insitut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) JAKARTA.
  13. Hermawati, T. (2007). Budaya Jawa dan Kesetaraan Gender. Jurnal Komunikasi Massa, 1(1), 18–24.
  14. Jackson, R., & Georg, S. (2005). Pengantar Studi Hubungan Internasional.
  15. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi III). (2001). Jakarta: Balai Pustaka.
  16. Komnas Perempuan. (2022). Peringatan Hari Perempuan Internasional 2022 dan Peluncuran Catatan Tahunan tentang Kekerasan Berbasis Gender terhadap Perempuan. Nation Commission on Violence Against Women.
  17. Ma’mun, T. N., & Ikhwan. (2018). Kajian Isotopi dalam Karya Sastra.
  18. Muhyiddin, A., & Salahuddin, A. (2006). Salat:Bukan Sekedar Ritual.
  19. Nabilah, H. (2019). Kajian Akhlak Perempuan Pada Naskah Perhiasan Bagus Huruf Arab Melayu Koleksi Pondok Kepah-Bali (Sebuah Tinjauan Filologi). University of Muhammadiyah Malang.
  20. Neni, Marchelina, N., & Akla, N. a ’ tul. (2023). Perempuan dalam Perspektif Utsman bin Abdullah bin Aqil bin Yahya (Telaah atas Kandungan Kitab Perhiasan Bagus Untuk Anak Perempuan). Dialoka: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Dakwah Dan Komunikasi Islam, 2(1), 61–73. https://doi.org/10.32923/dl.v2i1.3536
  21. Nurgiyantoro, B. (2010). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
  22. Pamungkas, M. Imam Surahman, H. (2015). Fiqih 4 Madzhab.
  23. Pramesti, A. D., Rahayu, D. A., & Kusuma, A. (2020). Representasi Metroseksual Pada Fashion Stefandy Yanata Harilasso (Analisis Semiotika Roland Barthes Terhadap Foto Stefandy Yanata Harilasso pada Akun Instagram @Andyyanata). Jurnal Sosial Ekonomi Dan Politik, 1(4), 19–26.
  24. Praningrum, H. I. (2021). Citra Perempuan Pada Cerpen Sepasang Mata Yang Terpenjara Dan Perempuan Itu Pernah Cantik. Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 5(2), 174. https://doi.org/10.30651/lf.v5i2.7075
  25. Rahardjo, Y. (1995). Gender dan Pembangunan. Puslitbang Kependudukan dan Ketenagakerjaan LIPI (PPT LIPI).
  26. Ruhaliah. (2015). Ningrumkusumah: Gambaran kesempurnaan seorang wanita. Jumantara, 6(1).
  27. Satoto, S. (1994). Metode Penelitian Sastra II. Universitas Sebelas Maret Press.
  28. Schaik, S. Van, & dkk. (2023). Ini Risalah Bernama Periasan Perempuan Bagi Anak2 Perempuan [Jumadil Awal 1337 AH bersamaan dengan]. British Library. https://eap.bl.uk/archive-file/EAP153-6-6
  29. Susilowati, I., & Nur Hakiem, F. (2020). Optimalisasi Peran Perempuan Sebagai Strategi Alternatif Kebijakan Publik Dalam Menekan Penyebaran Pandemi Covid-19. Sosial Dan Budaya Syar-I, 7((8)). http://repo.unida.gontor.ac.id/id/eprint/1442
  30. Widianengsih, R. (2015). Hadits Tentang Dzikir Perspektif Tasawuf. Jurnal Ilmu Hadits, 2015, 1–239.
  31. Widyastuti, S. H. (2014). Kepribadian Wanita Jawa dalam Serat Suluk Residriya dan Serat Wulang Putri Karya Paku Buwomo IX. Litera, 13(1), 114–127.
  32. Yusalia, H. (2014). Pengarustamaan Gender (PUG) Dalam Tantangan Budaya Patriaki. 195–201.