Transformasi Perpustakaan dalam Peradaban Islam: Dari Manuskrip Klasik Menuju Sistem Informasi Islam Digital
Main Article Content
Abstract
Perpustakaan dalam peradaban Islam memiliki kedudukan sentral sebagai institusi penjaga dan penyebar ilmu pengetahuan. Sejak masa kekhalifahan Abbasiyah hingga era kontemporer, perpustakaan Islam telah mengalami transformasi yang signifikan dari aspek fungsi, teknologi, maupun paradigma pengelolaan informasi. Kajian ini bertujuan memetakan secara komprehensif perjalanan transformasi perpustakaan Islam dari era manuskrip klasik menuju sistem informasi berbasis digital yang berlandaskan nilai-nilai peradaban Islam.Penelitian ini menggunakan pendekatan scoping review mengacu pada kerangka Arksey & O'Malley (2005) yang diperbarui oleh Levac et al. (2010) dan panduan PRISMA-ScR (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses extension for Scoping Reviews). Pencarian literatur dilakukan secara sistematis pada empat basis data utama, yakni Google Scholar, Scopus dan Garuda (Garba Rujukan Digital Indonesia) menggunakan kombinasi kata kunci dengan operator Boolean (AND, OR, NOT). Dari total 396 artikel yang teridentifikasi, setelah melalui proses skrining, penilaian kelayakan, dan seleksi akhir, sebanyak 45 artikel diinklusi dan dianalisis dalam kajian ini.Hasil scoping review menunjukkan tiga temuan utama: (1) perpustakaan Islam klasik telah berfungsi sebagai pusat peradaban intelektual dengan mengejawantahkan nilai-nilai hifz al-'ilm (menjaga ilmu), tawthiq (dokumentasi), dan nasyr al-ma'rifah (penyebaran pengetahuan); (2) Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (Islamic Library and Information Science) telah berkembang sebagai disiplin akademik yang mengintegrasikan epistemologi Islam dengan teori informasi modern; serta (3) digitalisasi koleksi warisan Islam menghadapi tantangan autentisitas, aksesibilitas, dan keberlanjutan di era global. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka teoritis ilmu perpustakaan Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas peradaban Islam.